Tok, RUU Reforma Agraria Resmi Jadi Undang-undang

AKURAT.CO Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria menjadi undang-undang. Pengesahan dilakukan setelah Badan Legislasi (Baleg) DPR menyampaikan laporan hasil pembahasan RUU tersebut.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, kemudian meminta persetujuan seluruh fraksi terhadap RUU Pengaturan Reforma Agraria untuk disahkan menjadi undang-undang.
"Sekarang kami akan menanyakan kepada setiap fraksi, apakah Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria dapat disetujui dan disahkan menjadi undang-undang?" kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Baleg DPR Setujui RUU Reforma Agraria Dibawa ke Paripurna Besok
Pertanyaan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan riuh peserta rapat yang menyatakan setuju. Dasco kemudian kembali meminta persetujuan seluruh anggota DPR terhadap pengesahan RUU tersebut menjadi undang-undang.
"Selanjutnya, kami akan menanyakan sekali lagi kepada seluruh anggota dewan, apakah Rancangan Undang-Undang tentang Pengaturan Reforma Agraria dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?" ujarnya.
"Setuju!" jawab peserta rapat yang disambut tepuk tangan.
Setelah mendapat persetujuan, Dasco mempersilakan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden.
RUU Pengaturan Reforma Agraria sebelumnya dibahas melalui Panitia Kerja (Panja) Badan Legislasi DPR RI bersama pemerintah. Dalam pembahasannya, Panja menyelesaikan 596 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dan menyepakati RUU tersebut terdiri atas 14 bab dan 53 pasal.
Baca Juga: Nama BRAN Diganti Jadi LPRA dalam RUU Reforma Agraria
Secara substansi, RUU ini mengatur pelaksanaan reforma agraria secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, kelembagaan, penentuan objek dan subjek reforma agraria, redistribusi tanah, hingga penyelesaian konflik agraria.
RUU juga mengatur pembentukan Lembaga Penyelenggaraan Reforma Agraria (LPRA) yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Lembaga tersebut memiliki fungsi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta penyelesaian konflik reforma agraria dan dilengkapi Dewan Pengawas untuk memastikan transparansi, partisipasi, akuntabilitas, dan efektivitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









