Akurat Logo

Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit

Fitra Iskandar | 7 November 2026, 11:04 WIB
Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa militer AS kembali melancarkan serangan terbatas ke Iran pada Kamis malam (5/11/2026). Dalam operasi tersebut, pasukan AS mengklaim berhasil menghancurkan sistem pertahanan udara Iran hanya dalam hitungan menit.

Trump mengatakan, serangan itu menargetkan sistem pertahanan udara yang baru dibangun Iran. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci lokasi maupun sasaran serangan militer tersebut.

"Mereka telah membangun sistem pertahanan udara kecil, dan kami menghancurkannya dalam waktu sekitar 15 menit, mungkin lima menit," kata Trump kepada wartawan, Jumat malam (6/11/2026).

Trump menyebut operasi militer tersebut sebagai serangan terbatas atau limited strikes.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa Pulau Qeshm menjadi sasaran sedikitnya dua rudal pada Jumat malam. Informasi tersebut juga diberitakan Al Jazeera.

Pulau Qeshm sebelumnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan AS pada awal pekan ini. Serangan tersebut menyasar sejumlah lokasi di sekitar Selat Hormuz, termasuk instalasi pertahanan udara Iran.

Saat itu, Trump juga menggambarkan operasi militer tersebut sebagai serangan kecil dan terbatas.

Pemerintah AS dalam beberapa bulan terakhir berulang kali menyampaikan kemungkinan dimulainya kembali serangan terhadap Iran. Washington bahkan mengisyaratkan bahwa operasi militer baru dapat dilakukan setelah pemilihan paruh waktu atau midterm elections di Amerika Serikat pekan ini.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran menegaskan bahwa militernya berada dalam kondisi siaga. Teheran juga mengklaim kekuatan militernya saat ini lebih besar dibandingkan ketika perang dimulai pada Februari lalu.

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan angkatan bersenjata negaranya telah memperoleh banyak pelajaran dari pengalaman perang.

Menurut Akraminia, militer Iran kini memiliki motivasi, komitmen, dan kepercayaan diri yang lebih besar dibandingkan pada awal konflik.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita pemerintah IRNA pada Sabtu malam.

Sumber: Swedenherald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.