Akurat

Kisruh PBNU dengan Pemecatan Gus Yahya, Cholil Nafis: Ada Indikasi Penetrasi Zionis ke PBNU

Lufaefi | 15 Desember 2025, 06:00 WIB
Kisruh PBNU dengan Pemecatan Gus Yahya, Cholil Nafis: Ada Indikasi Penetrasi Zionis ke PBNU

AKURAT.CO Rais Syuriyah PBNU Muhammad Cholil Nafis angkat bicara terkait kisruh internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang mencuat setelah pemecatan Yahya Cholil Staquf. Cholil menyebut, salah satu isu utama yang menjadi perhatian Syuriyah PBNU adalah adanya indikasi penetrasi zionis ke dalam tubuh organisasi.

“Ya, sebagaimana dari awal konsen dari Pengurus Besar, dari Syuriyah PBNU, lebih pada pertama, indikasi adanya penetrasi zionis di PBNU. Itu yang utama, sehingga persepsi ini akan merusak terhadap kredibilitas dan nama baiknya PBNU,” kata Cholil kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 13 Desember 2025.

Cholil menegaskan, PBNU selama ini konsisten mendukung perjuangan Palestina yang menjadi korban agresi dan genosida Israel. Karena itu, ia menilai langkah sejumlah pengurus PBNU yang mengundang tokoh pendukung zionis di tengah situasi tersebut berpotensi memicu polemik luas di kalangan warga Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Kunjungi Jabar, Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa Ajak Pengurus NU Maksimalkan Pelayanan Umat

“Di tengah adanya genosida, kemudian perhatian yang paling tinggi di NU, itu menjadi pimpinan NU, lalu mengundang dari zionis. Yang awalnya oleh Rais Aam sudah diperingatkan dan diwanti-wanti agar juga mengundang dari tokoh-tokoh Islam kontemporer atau Islam yang tenang dari Timur Tengah itu tidak dilakukan,” ujarnya.

Selain isu tersebut, Cholil juga menyoroti persoalan tata kelola organisasi di tubuh PBNU. Menurut dia, harmoni internal belum berjalan optimal, termasuk dalam hal administrasi dan legalitas kepengurusan di tingkat cabang.

“Termasuk ada beberapa cabang-cabang yang harusnya mendapat legalitas belum bisa dilaksanakan. Itu pokok poinnya. Karena konsen di Syuriyah itu adalah tata kelola keuangan, tata kelola organisasi,” katanya.

Baca Juga: PBNU Resmi Tetapkan Muhammad Nuh Menjadi Katib Aam Gantikan Said Asrori

Terkait polemik konsesi pengelolaan tambang yang turut menyeret nama PBNU, Cholil menilai isu tersebut bukan persoalan utama dalam dinamika internal organisasi. Ia menyebutnya hanya sebagai persepsi yang berkembang di luar pembahasan inti.

“Yang lain berkenaan dengan tambang, nah itu adalah bunga-bunga di luar saja, persepsi di luar. Itu bukan menjadi persoalan pokok dalam pembahasan. Kalau itu umpamanya ada sinyalemen, mungkin ada sebagian orang, tapi tidak di dalam keputusan organisasi,” pungkas Cholil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.