Akurat

Gus Yahya Resmikan 69 SPPG di Batang, Rais Aam PBNU Tak Diajak?

Fajar Rizky Ramadhan | 31 Desember 2025, 07:03 WIB
Gus Yahya Resmikan 69 SPPG di Batang, Rais Aam PBNU Tak Diajak?

AKURAT.CO Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf meresmikan 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahap III di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Peresmian tersebut sekaligus disertai penyerahan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekitar 150.000 santri di berbagai pesantren.

Acara peresmian dipusatkan di Pondok Pesantren Al Hasani, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program akselerasi pemenuhan gizi santri yang dijalankan PBNU melalui Tim Koordinasi Akselerasi (TKA) PBNU, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Dalam sambutannya, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya menegaskan bahwa peresmian 69 SPPG tersebut merupakan hasil konsolidasi yang dilakukan PBNU untuk mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Gus Yahya Ralat Pergantian Posisi Gus Ipul dari Sekjend PBNU

“Yang disepakati dengan BGN, dan sebetulnya juga diminta oleh Pak Presiden, kita berhasil menjalankan program konsolidasi dan akselerasi program Makan Bergizi Gratis di lingkungan Nahdlatul Ulama ini dengan baik,” kata Gus Yahya.

Ia menyebutkan, sinergi antara PBNU dan BGN semakin solid dan efektif. Dengan kerja sama tersebut, target pembangunan 1.000 titik SPPG di lingkungan NU diyakini bisa tercapai lebih cepat dari rencana awal.

“Insyaallah ke depan akan lebih cepat lagi tercapai apa yang dulu disepakati dengan 1.000 titik SPPG di lingkungan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

PBNU memilih Kabupaten Batang sebagai lokasi peresmian karena dinilai berada di titik geografis yang strategis. Dari total 69 SPPG yang diresmikan pada tahap ketiga ini, enam di antaranya berada di wilayah Kabupaten Batang.

“Karena ini di tengah dari sebagian besar 69 SPPG yang hari ini kita resmikan, titik tengah lokasinya memang di Batang,” jelas Gus Yahya.

Ia menambahkan, hingga saat ini PBNU dan BGN telah meresmikan 141 titik SPPG. Selain itu, sekitar 300 titik lainnya telah siap beroperasi, sementara hampir 1.000 titik SPPG telah berjalan atau berada dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif PBNU dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis, khususnya di lingkungan pesantren.

“Kita tahu ada sekitar 30.000 pesantren di seluruh Indonesia dengan jumlah santri yang sangat besar, dan sebagian besar adalah warga NU. Sudah selayaknya BGN menggandeng NU dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, cerdas, dan ceria,” tegas Dadan.

Menurutnya, jumlah santri yang terdata secara nasional mencapai sekitar lima juta orang, dan angka tersebut diperkirakan masih lebih besar jika memasukkan santri yang belum tercatat secara formal.

“Ini adalah generasi masa depan bangsa. Dua puluh tahun ke depan, merekalah yang akan menjadi pemimpin bangsa,” pungkasnya.

Baca Juga: Islah Rais Aam dan Gus Yahya Tercapai, Kenapa Jadwal Muktamar NU Belum Juga Diputuskan?

Namun demikian, peresmian besar-besaran SPPG ini juga memunculkan pertanyaan di kalangan internal NU, lantaran tidak tampak kehadiran Rais Aam PBNU dalam agenda strategis tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari PBNU terkait absennya Rais Aam PBNU dalam peresmian 69 SPPG di Batang.

Melalui program Makan Bergizi Gratis ini, PBNU dan BGN menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemenuhan gizi santri, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing di masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.