Akurat

Insiden Ledakan di Garut, Mabes TNI Harus Audit SOP Pemusnahan Amunisi

Paskalis Rubedanto | 13 Mei 2025, 13:34 WIB
Insiden Ledakan di Garut, Mabes TNI Harus Audit SOP Pemusnahan Amunisi

AKURAT.CO Markas Besar TNI didesak untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur pemusnahan amunisi, menyusul insiden ledakan tragis yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ledakan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang saat kegiatan pemusnahan amunisi kedaluwarsa oleh prajurit TNI berlangsung.

Anggota Komisi III DPR, Aboe Bakar Alhabsyi, mengatakan insiden itu harus menjadi perhatian serius Mabes TNI untuk mengevaluasi standar operasional prosedur (SOP) yang digunakan dalam kegiatan berisiko tinggi, seperti pemusnahan amunisi.

"Pemusnahan amunisi adalah kegiatan dengan risiko tinggi. Maka seharusnya dilakukan dengan standar operasional yang ketat, profesional, dan diawasi oleh unit yang berkompeten," ujar Habib Aboe dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga: Ledakan Pemusnahan Amunisi Tewaskan Warga Sipil, TNI Harus Evaluasi Total Prosedur Keamanan

Sekretaris Jenderal PKS ini menilai, peristiwa tersebut tidak semestinya terjadi apabila prosedur dijalankan secara disiplin dan sesuai ketentuan. Untuk itu, dia mendorong Mabes TNI agar segera menggelar audit dan investigasi secara transparan.

"Audit menyeluruh harus dilakukan, termasuk mengevaluasi SOP yang ada dan mengidentifikasi potensi kelalaian atau pelanggaran. Ini bukan sekadar soal tanggung jawab, tapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara," tegasnya.

Selain menyoroti pentingnya evaluasi internal, dia juga mendesak negara agar memberikan perhatian dan perlindungan maksimal kepada keluarga korban, baik melalui santunan, pendampingan, maupun dukungan psikologis.

"Jangan biarkan keluarga korban merasa sendiri. Negara wajib hadir," ujarnya.

Pihaknya pun berharap, insiden ini menjadi momentum pembenahan dalam manajemen risiko kegiatan militer, khususnya yang dilakukan di wilayah sipil. Dia mengajak seluruh pihak memperkuat budaya keselamatan, dalam pelaksanaan tugas-tugas militer ke depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.