Saatnya Pramono Anung Tunjukkan Kepekaan, Pengamat: Cabut Tunjangan Rumah Anggota DPRD

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta didesak segera mengevaluasi kebijakan tunjangan perumahan DPRD DKI yang dinilai fantastis, yakni Rp78 juta per bulan untuk pimpinan dan Rp70 juta bagi anggota dewan.
Skema tunjangan tersebut mulai berlaku sejak 2022 melalui keputusan Gubernur Anies Baswedan.
Padahal pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tahun 2016, besaran tunjangan masih lebih rendah: Rp70 juta untuk pimpinan DPRD dan Rp60 juta bagi anggota.
Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai, sudah saatnya kebijakan ini dibatalkan. Ia menekankan, kericuhan demonstrasi yang menolak tunjangan rumah dinas DPR RI seharusnya menjadi pelajaran berharga.
“Bagi Pramono, sebagai gubernur DKI Jakarta, pembatalan tunjangan perumahan DPRD bisa menjadi langkah simbolik untuk meredam kemarahan publik dan menunjukkan sensitivitas terhadap kondisi rakyat,” ujar Efriza di Jakarta, Jumat (5/9/2025).
Baca Juga: Tunjangan Fantastis Anggota DPRD DKI Dinilai Lukai Rasa Keadilan Publik
Lebih jauh, Efriza mendorong Pramono agar mengajak DPRD melakukan evaluasi secara terbuka. Menurutnya, keterbukaan ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik.
“Setidaknya dengan evaluasi terbuka yang berujung pada kesepakatan pembatalan, legitimasi politik bisa diperkuat, tekanan massa berkurang, dan potensi kemarahan publik terhadap DPRD dapat dicegah,” tegasnya.
Kebijakan tunjangan perumahan DPRD DKI Jakarta tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 415 Tahun 2022 yang ditandatangani Anies Baswedan pada 27 April 2022.
Berdasarkan aturan tersebut, pimpinan DPRD DKI mendapatkan tunjangan perumahan sebesar Rp78,8 juta per bulan, sedangkan anggota DPRD menerima Rp70,4 juta per bulan (sudah termasuk pajak).
Besaran ini meningkat dibandingkan aturan sebelumnya dalam Pergub Nomor 154 Tahun 2017, yang menetapkan tunjangan perumahan untuk pimpinan DPRD Rp70 juta per bulan dan anggota DPRD Rp60 juta per bulan.
Baca Juga: Pramono Anung Diminta Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota DPRD DKI
Alasan pemberian tunjangan tersebut adalah karena Pemprov DKI belum mampu menyediakan rumah jabatan untuk anggota dewan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai









