Akurat

Terungkap, Motif Pelaku Tawuran Siram Air Keras ke Tim Patroli di Jakbar

Dani Zahra | 25 September 2024, 16:07 WIB
Terungkap, Motif Pelaku Tawuran Siram Air Keras ke Tim Patroli di Jakbar

AKURAT.CO Motif di balik aksi brutal penyiraman air keras terhadap tim patroli saat tawuran di Jakarta Barat akhirnya terungkap.

Pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut ternyata menyimpan dendam terhadap pihak kepolisian.

Baca Juga: Cegah Tawuran Pelajar: Pentingnya Dialog dan Aktivitas Positif untuk Remaja

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar M Syahduddi, mengatakan bahwa pelaku berinisial ISE (24) masih membawa luka lama yang membekas hingga sekarang.

Mata kiri ISE mengalami kebutaan akibat disiram air keras saat terlibat tawuran pada tahun 2023. Luka tersebut tidak hanya meninggalkan jejak fisik, tetapi juga menimbulkan rasa dendam yang mendalam.

“ISE ini buta di mata kirinya akibat serangan air keras saat tawuran tahun lalu. Sejak saat itu, dia membawa dendam dan selalu siap untuk membalas,” ujar Syahduddi, dikutip pada Rabu (25/9/2024).

Syahduddi juga menjelaskan bahwa ISE memandang kejadian tersebut sebagai kesempatan untuk melampiaskan dendamnya.

“Dia melihat ini sebagai kesempatan untuk melampiaskan kemarahan dan dendam lama, bahkan terhadap petugas yang mencoba menghentikan kekerasan tersebut,” jelasnya.

Saat ini, ISE dan dua rekannya dihadapkan pada beberapa pasal pidana, termasuk Pasal 214 KUHP, Pasal 170 juncto Pasal 55 KUHP, serta Pasal 351 dan Pasal 358 KUHP.

Ancaman hukuman yang dapat dijatuhkan mencapai maksimum tujuh tahun penjara.

Kronologi Kejadian

Kronologi penyiraman air keras ini terjadi ketika tim patroli berusaha membubarkan tawuran yang melibatkan sekelompok remaja di kawasan Jakarta Barat pada Sabtu (21/9/2024) sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat proses pembubaran berlangsung, seseorang melemparkan cairan ke arah petugas.

Akibatnya, dua anggota polisi menjadi korban serangan air keras dalam insiden tersebut.

Kedua korban, Bripda Muhammad Zulfan Satria Wicaksana dan Bripda Gerald D'Hargado, mengalami luka yang cukup serius.

Bripda Zulfan menderita luka di wajah, kaki, dan tangan, sedangkan Bripda Gerald mengalami luka di wajah dan tangan. Keduanya telah mendapatkan perawatan di RSUD Kembangan.

Baca Juga: Polisi Pastikan 7 Mayat di Kali Bekasi Pelaku Tawuran

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D