Malaysia dan Singapura Rancang Zona Ekonomi Khusus Lintas Batas
Demi Ermansyah | 11 Juli 2024, 12:39 WIB

AKURAT.CO Ekonomi Khusus lintas batas nampaknya menjadi secercah cahaya untuk meningkatkan hubungan perdagangan ke level selanjutnya. Di mana saat ini dalam perkembangannya Malaysia dan Singapura baru-baru ini disebutkan hampir mencapai kesepakatan untuk mengembangkan zona ekonomi khusus lintas batas.
Secara tidak langsung apabila hal tersebut terjadi maka kerjasama kedua negara tersebut menjadi inisiator di wilayah Asia Tenggara. Diketahui dengan adanya zona tersebut dapat mampu menarik sekaligus memacu investasi baru dan pertumbuhan ekonomi secara masif.
"Saat ini kami telah memasuki tahap akhir pengerjaan, kedua belah pihak harus bisa menandatangani kesepakatan, kemungkinan bulan September mendatang akan diluncurkan," ucap Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli melalui lansiran Bloomberg.
Seperti yang diketahui, sebelumnya Malaysia dan Singapura menandatangani nota kesepahaman untuk mengembangkan zona ekonomi tersebut pada Januari tahun ini, dengan tujuan untuk mewujudkan pergerakan bebas barang dan orang antara negara bagian Johor yang kaya sumber daya dengan Singapura yang memiliki keterbatasan lahan.
Rafizi menambahkan bahwa penandatanganan akan dilakukan sebelum pertemuan para pemimpin di akhir tahun yang melibatkan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. "Kami (Malaysia) telah menyelesaikan proposalnya pada bulan Mei lalu dan sedang menunggu tanggapan dari Singapura," ucap Rafizi.
Baik Johor maupun Singapura saat ini sudah berbagi perbatasan darat tersibuk di dunia. Ratusan ribu warga Malaysia yang tinggal di Johor pergi ke Singapura untuk bekerja setiap hari. "Malaysia sedang menyiapkan insentif fiskal untuk perusahaan di Zona Ekonomi Khusus, yang akan diumumkan dalam pidato anggaran mendatang," kata Rafizi.
Pengumiman oleh Rafizi tersebut menyusul forum investasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi dan Pemerintah Negara Bagian Johor. Para eksekutif dari berbagai bisnis elektronik, keuangan, pariwisata, dan bisnis lainnya menghadiri pertemuan tersebut.
Federasi Bisnis Singapura rencananya akan mengadakan forum tentang KEK pada hari Kamis yang ditujukan kepada calon investor. Forum tersebut akan dihadiri oleh Kementerian Perdagangan Singapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










