Akurat

BPS: Wisman Tembus 11,43 Juta, Pengeluaran Turis Naik Jadi Rp21,6 Juta

Demi Ermansyah | 4 November 2025, 19:10 WIB
BPS: Wisman Tembus 11,43 Juta, Pengeluaran Turis Naik Jadi Rp21,6 Juta

AKURAT.CO Kinerja sektor pariwisata nasional terus menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 11,43 juta kunjungan sepanjang Januari–September 2025. Angka ini tumbuh 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan, selain jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisman juga mengalami kenaikan signifikan.

Pada triwulan III-2025, pengeluaran per kunjungan mencapai USD1.297 atau sekitar Rp21,6 juta. Nilai itu naik dibandingkan triwulan II yang tercatat USD1.199 atau sekitar Rp20 juta.

“Peningkatan ini menunjukkan daya beli wisatawan asing terhadap produk pariwisata Indonesia masih kuat,” ujar Pudji di Jakarta, Senin (3/11).

Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober Jadi Pola Musiman, Tertinggi Terjadi di 2025

Dari total pengeluaran tersebut, sektor akomodasi menyerap porsi terbesar yakni 37,31%, disusul makanan dan minuman 19,4%, belanja oleh-oleh 10,98%, dan hiburan 8,78%.

Adapun tiga negara penyumbang wisatawan terbanyak ke Indonesia sepanjang 2025 masih didominasi Malaysia (19,53%), Australia (11,72%), dan Singapura (8,55%). Bandara Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan Batam tetap menjadi pintu masuk utama.

“Dengan tren kenaikan ini, sektor pariwisata berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di kuartal IV,” tambah Pudji.

Baca Juga: Gandeng BPS, Kementerian ESDM Siap Kuatkan Data Sektor Energi

Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Indonesia pada September 2025 mencapai 50,16%. Provinsi dengan hunian tertinggi antara lain Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur dengan rata-rata di atas 53%.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.