Akurat

Kenapa Orang Sulit Memaafkan Diri Sendiri

Redaksi Akurat | 8 Februari 2026, 21:19 WIB
Kenapa Orang Sulit Memaafkan Diri Sendiri

AKURAT.CO Banyak orang merasa mudah memaafkan orang lain, tetapi sulit memaafkan diri sendiri. Fenomena ini sering terjadi karena tekanan emosional, standar tinggi terhadap diri sendiri, hingga pengalaman traumatis yang belum dipulihkan. 

Baca Juga: Tips Menghadapi Konflik Orang Tua dan Anak: Komunikasi Terbuka dan Saling Memaafkan

Memaafkan Diri Sendiri?

Memaafkan diri berarti menerima kekurangan, kesalahan, dan pengalaman masa lalu tanpa menghakimi diri secara berlebihan. Ini bukan sekadar “melupakan,” tetapi proses memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari perkembangan manusia.

Penyebab Orang Sulit Memaafkan Diri Sendiri

a. Perfeksionisme dan Standar Tinggi

Orang perfeksionis sering menetapkan standar tidak realistis. Ketika gagal, mereka merasa bersalah berlebihan dan menganggap kesalahan sebagai identitas, bukan pengalaman.

b. Rasa Bersalah yang Berlebihan

Rasa bersalah penting, tetapi jika terlalu besar, seseorang bisa merasa tidak layak dimaafkan. Hal ini menimbulkan siklus penyesalan yang sulit dihentikan.

c. Trauma Masa Lalu

Pengalaman traumatis, hubungan yang abusif, atau kegagalan besar membuat seseorang takut mengulangi kesalahan. Trauma ini membuat pikiran “menghukum diri sendiri” sebagai bentuk proteksi.

d. Takut Dianggap Buruk

Beberapa orang menolak memaafkan diri karena takut orang lain akan menilainya lemah atau tak bertanggung jawab.

e. Kurangnya Self-Compassion

Tidak semua orang terbiasa bersikap lembut pada dirinya. Minimnya kasih sayang terhadap diri membuat proses memaafkan jauh lebih berat.

Baca Juga: Hukum Ayah yang Tidak Memaafkan Anaknya dalam Islam: Pelajaran dari Hadits Nabi

Dampak Tidak Memaafkan Diri

  • Stres dan overthinking
  • Penurunan harga diri
  • Kesulitan menjalin hubungan sehat
  • Depresi dan rasa bersalah berkepanjangan

Kesulitan memaafkan diri sendiri terjadi karena kombinasi rasa bersalah, trauma, perfeksionisme, dan kurangnya self-compassion. Proses ini membutuhkan waktu, tetapi dapat dimulai dengan menerima bahwa setiap manusia berhak belajar dari kesalahannya.

Arika Yafi Fawazzain (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.