10 Cara Berhenti Jadi 'Musuh Terbesar' Bagi Diri Sendiri

AKURAT.CO Sebagian besar dari kita sering lebih mudah melihat kekurangan dibandingkan menghargai kelebihan yang kita miliki.
Tanpa sadar, kita menjadi kritikus paling kejam untuk diri sendiri, seolah lupa bahwa setiap orang punya sisi positif yang layak diapresiasi.
Sikap ini memang manusiawi, tapi jika dibiarkan, bisa mengikis rasa percaya diri dan membuat kita merasa tidak pernah cukup.
Padahal, dengan sedikit latihan, kita bisa belajar bersikap lebih ramah, penuh kasih, dan menerima diri apa adanya.
Saat mampu berdamai dengan diri sendiri, hidup terasa lebih ringan. Kita jadi lebih tenang, siap menghadapi tantangan, dan mampu menumbuhkan rasa syukur atas perjalanan hidup, bukan terjebak dalam lingkaran kritik tanpa henti.
Berikut 10 langkah sederhana untuk menghentikan kebiasaan mengkritik diri sendiri:
1. Beri Pujian pada Diri
Alihkan kritik dengan afirmasi positif. Ganti kalimat “aku gagal” menjadi “aku sedang belajar.” Ucapan sederhana ini membantu pikiran lebih bersahabat dengan diri sendiri.
Baca Juga: Mengenal Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert: Tipe Kepribadian yang Membentuk Cara Kita Berinteraksi
2. Awali Hari dengan Syukur
Mulailah pagi dengan rasa syukur—atas tidur nyenyak, udara segar, atau sekadar bisa bangun lebih awal. Energi positif di pagi hari akan menular sepanjang hari.
3. Fokus pada Hal yang Membahagiakan
Isi pikiranmu dengan hobi, impian, atau hal kecil yang membuatmu tersenyum. Saat hati bahagia, kamu akan lebih mudah menghargai dirimu.
4. Terima Keadaan Apa Adanya
Tidak semua hal bisa dikendalikan. Belajarlah berkata, “biarkan saja.” Menerima keadaan akan membuatmu lebih tenang dan terhindar dari rasa bersalah berlebihan.
5. Pahami Situasi Secara Utuh
Jangan buru-buru menyalahkan diri. Lihat gambaran besar sebelum menilai. Kadang kita terlalu keras karena hanya fokus pada satu sisi kecil dari kenyataan.
6. Sadari Pikiran Negatif
Kenali kapan kritik batin muncul. Dengan menyadarinya, kamu bisa lebih cepat menghentikan alur pikiran negatif sebelum semakin menguasai diri.
7. Tantang Pikiranmu
Jangan langsung percaya pada kata hatimu yang negatif. Tanyakan, “Benarkah selalu begitu?” Ingat kembali pencapaian kecil maupun besar yang pernah kamu raih.
8. Bersikap Baik pada Diri
Terimalah kelemahan tanpa menghakimi. Fokus pada perkembanganmu, bukan perbandingan dengan orang lain. Setiap langkah kecil tetap berarti.
9. Belajar Menerima Pujian
Jangan meremehkan pujian. Saat ada yang berkata baik tentangmu, cukup jawab dengan tulus: “Terima kasih.” Itu tanda kamu menghargai dirimu sendiri.
10. Dikelilingi Orang-Orang Positif
Lingkungan yang suportif bisa jadi obat terbaik. Bersama orang yang menghargaimu apa adanya, kamu akan lebih mudah melihat nilai dalam dirimu.
Ingat, bersikap baik pada diri sendiri bukan berarti berhenti berkembang. Justru dengan menerima diri sepenuhnya, kita bisa melangkah lebih jauh tanpa beban berlebihan.
Baca Juga: Apa Itu Inner Child? Kenali, Rawat, dan Sembuhkan Luka Masa Kecil Anda
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







