Cara Minta Maaf yang Benar agar Pasangan Bisa Memaafkan

AKURAT.CO Hubungan tidak selalu berjalan mulus, terkadang muncul kesalahpahaman atau perbedaan pendapat yang menimbulkan pertengkaran. Kondisi ini dapat melukai perasaan sehingga permintaan maaf menjadi langkah penting untuk memperbaiki keadaan.
Permintaan maaf yang disampaikan dengan tepat mampu meredakan konflik sekaligus menjaga keharmonisan dan rasa saling percaya. Membiasakan diri meminta maaf juga menunjukkan kedewasaan dalam membangun hubungan.
Baca Juga: Remaja Tiongkok Buang Air di Hotpot Haidilao, Didenda Rp4,8 Miliar dan Wajib Minta Maaf
Mengapa Permintaan Maaf Itu Penting
Mengutip dari Hello Sehat, meminta maaf bukan hanya formalitas, melainkan bentuk pengakuan atas kesalahan. Tindakan ini membuat pasangan merasa dihargai dan didengarkan, sehingga komunikasi dapat kembali terbuka.
Permintaan maaf yang tulus menunjukkan keseriusan dalam mempertahankan hubungan serta kesiapan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Keikhlasan dalam mengucapkan maaf seringkali menjadi kunci yang lebih kuat dibanding sekadar ucapan singkat tanpa perasaan.
Baca Juga: Eko Patrio Minta Maaf Soal Aksi Jogetnya, Kok Didampingi Pasha Ungu?
Cara Tepat Menyampaikan Permintaan Maaf
Mengucapkan kata maaf sebaiknya dilakukan dengan sikap lembut, kontak mata yang tulus, dan nada yang tenang. Kalimat sederhana namun jelas akan lebih bermakna dibanding alasan yang bertele-tele.
Pasangan lebih mudah menerima maaf ketika melihat kesungguhan dalam kata-kata dan sikap. Sentuhan kecil, seperti menggenggam tangan atau memberikan pelukan, dapat membantu menenangkan hati pasangan.
Menyediakan waktu untuk mendengarkan perasaan pasangan setelah meminta maaf juga penting agar tidak terkesan sepihak.
Menunjukkan Perubahan Setelah Meminta Maaf
Permintaan maaf akan lebih bermakna jika diikuti dengan perubahan nyata. Menepati janji, memperbaiki kebiasaan, hingga lebih peka terhadap kebutuhan pasangan menjadi langkah penting setelah konflik. Kepercayaan akan perlahan kembali terbentuk apabila sikap positif dilakukan secara konsisten.
Hal ini menunjukkan bahwa permintaan maaf bukan sekadar kata-kata, melainkan wujud keseriusan dalam menjaga hubungan tetap harmonis.
Memberikan bukti lewat tindakan nyata akan membuat pasangan merasa lebih aman dan yakin untuk kembali membuka hati.
Nora Niswatun Choirina (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









