Akurat

6 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Orang Tua Tak Merestui Pasanganmu

Wahyu SK | 15 Desember 2025, 23:36 WIB
6 Hal yang Perlu Dilakukan Saat Orang Tua Tak Merestui Pasanganmu

AKURAT.CO Setiap orang tentu berharap bisa menjalani hubungan yang mendapat restu dari orang tua.

Restu orang tua sering dianggap sebagai salah satu faktor penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan langgeng. Namun, kenyataannya tidak semua hubungan berjalan sesuai harapan.

Ada kalanya orang tua tidak merestui pasangan yang kita pilih dengan berbagai alasan, mulai dari perbedaan latar belakang, keyakinan, hingga kekhawatiran akan masa depan anaknya.

Kondisi ini sering menimbulkan dilema batin yang besar, terutama ketika kita merasa yakin dengan pilihan hati, tetapi di sisi lain juga tidak ingin mengecewakan orang tua.

Menghadapi situasi semacam ini tentu bukan hal yang mudah. Diperlukan kedewasaan emosional dan kemampuan berkomunikasi yang baik agar hubungan dengan pasangan dan orang tua tetap terjaga.

Ketidakrestuan bukan berarti akhir dari segalanya. Dengan sikap yang bijak, terbuka, dan penuh pertimbangan, kita tetap bisa mencari jalan tengah tanpa harus merusak hubungan dengan siapa pun.

Berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika orang tua tidak merestui hubungan kita dengan pasangan.

1. Dengarkan dan Pahami Alasan Orang Tua

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami di balik ketidakrestuan orang tua. Mungkin mereka memiliki kekhawatiran tertentu yang sebenarnya berangkat dari rasa sayang dan keinginan untuk melindungi anaknya.

Dengarkan dengan tenang tanpa menyela atau membantah. Dengan memahami alasan mereka secara utuh, kita bisa menilai apakah alasan tersebut bersifat logis dan bisa diatasi, atau justru lebih didasari oleh kekhawatiran berlebihan.

2. Ajak Orang Tua Berdialog dengan Kepala Dingin

Setelah mengetahui alasan mereka, ajak orang tua berbicara secara terbuka dan dewasa. Sampaikan perasaan dan pandangan kita dengan tenang, tanpa emosi atau tekanan.

Terkadang, orang tua hanya butuh diyakinkan bahwa hubungan ini benar-benar serius dan tidak dilakukan secara terburu-buru. Komunikasi yang hangat dan penuh rasa hormat akan membantu membangun pengertian, serta membuka peluang agar mereka bisa melihat sisi positif dari pandangan kita.

3. Kenalkan Pasangan secara Langsung

Sering kali, ketidakrestuan muncul karena orang tua belum mengenal pasangan kita secara langsung. Maka, cobalah mempertemukan mereka dalam suasana yang nyaman.

Biarkan orang tua mengenal karakter, cara berbicara, dan kepribadian pasangan tanpa tekanan.

Melihat interaksi langsung dapat membantu orang tua menilai sendiri apakah pasangan kita layak dipercaya.

Selain itu, pasangan juga bisa menunjukkan sikap sopan dan menghormati orang tua, yang akan menambah kesan positif.

4. Tunjukkan Keseriusan dan Komitmen

Orang tua cenderung tidak merestui hubungan yang terlihat main-main atau belum memiliki arah yang jelas. Karena itu, penting untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen terhadap hubungan yang dijalani.

Misalnya, dengan memiliki rencana masa depan yang realistis, menunjukkan tanggung jawab, serta memperlihatkan bahwa hubungan ini saling mendukung satu sama lain. Ketika orang tua melihat bukti nyata, mereka akan lebih mudah percaya dan melunak.

5. Tetapkan Batasan yang Sehat

Jika hubungan sudah terlalu tegang, kita perlu menetapkan batasan yang jelas antara keputusan pribadi dan pengaruh orang tua.

Batasan ini bukan berarti memutus hubungan, melainkan menjaga keseimbangan agar tidak kehilangan jati diri.

Jelaskan kepada orang tua bahwa keputusan yang diambil adalah hasil pertimbangan matang, bukan semata karena emosi.

Dengan begitu, mereka akan melihat bahwa kita sudah cukup dewasa untuk menentukan arah hidup sendiri.

6. Evaluasi Kembali Hubungan

Bila semua upaya sudah dilakukan namun restu belum juga didapat, saatnya melakukan refleksi. Tanyakan pada diri sendiri, apakah hubungan ini benar-benar membawa kebahagiaan dan pertumbuhan positif? Apakah pasangan kita mendukung hubungan yang sehat dan menghormati keluarga?

Evaluasi ini penting agar keputusan yang diambil bukan hanya berdasarkan perasaan tetapi juga rasionalitas dan tanggung jawab.

Tidak direstui orang tua memang menyakitkan, tetapi bukan berarti akhir dari segalanya.

Dengan komunikasi yang terbuka, kesabaran, dan pembuktian yang nyata, restu bisa perlahan diperoleh.

Jika pada akhirnya restu tetap tidak datang, bukan berarti kita gagal, melainkan sedang diajarkan untuk memahami makna cinta, tanggung jawab, dan kedewasaan yang sesungguhnya.

Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya berasal dari cinta antarpasangan tetapi juga dari hubungan harmonis dengan keluarga yang kita cintai.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK