Akurat

Mengenal 5 Bahasa Cinta (Love Language) dan Pentingnya dalam Hubungan

Ratu Tiara | 14 Desember 2025, 13:27 WIB
Mengenal 5 Bahasa Cinta (Love Language) dan Pentingnya dalam Hubungan

AKURAT.CO Pernah dengar istilah bahasa cinta atau love language?

Sederhananya, ini adalah cara seseorang mengekspresikan kasih sayang dan cintanya kepada orang lain, terutama pada pasangan.

Konsep ini pertama kali dikenalkan oleh Dr. Gary Chapman lewat bukunya The Five Love Languages: How to Express Heartfelt Commitment to Your Mate pada tahun 1992.

Chapman menjelaskan bahwa setiap orang memiliki bahasa cinta dominan yang berbeda-beda.

Mengetahui bahasa cinta diri sendiri dan pasangan sangat penting, karena hal ini bisa menjadi salah satu kunci menjaga hubungan tetap harmonis dan sehat.

Dengan begitu, kamu dan pasangan dapat saling merasa dicintai, dihargai, dan dimengerti.

Baca Juga: Ini 5 Cara Self Love Berdasarkan Bahasa Cinta Yang Dimiliki!

Nah, berikut adalah 5 jenis bahasa cinta yang perlu kamu kenali:

1. Words of Affirmation

Bahasa cinta ini berfokus pada ungkapan melalui kata-kata, baik lisan maupun tulisan.

Pujian, apresiasi, atau sekadar ucapan sayang sangat berarti bagi mereka yang memiliki love language ini.

Kalau pasanganmu tipe ini, jangan ragu sering mengucapkan kata-kata positif seperti “Aku sayang kamu” atau “Terima kasih sudah ada untukku.”

Ucapan sederhana bisa membuatnya merasa sangat dicintai.

2. Acts of Service

Berbeda dengan kata-kata, orang dengan bahasa cinta acts of service lebih senang mengekspresikan kasih sayang lewat tindakan.

Membantu, menolong, atau melakukan sesuatu yang meringankan beban pasangan menjadi bentuk cintanya.

Mereka akan sangat menghargai ketika pasangan melakukan hal yang sama.

Jadi, kalau pasanganmu tipe ini, coba tunjukkan rasa sayang lewat aksi nyata, misalnya membantu pekerjaan rumah atau menyiapkan sesuatu yang dia butuhkan.

3. Receiving Gifts

Bagi pemilik bahasa cinta ini, hadiah adalah simbol cinta yang bermakna. Nilainya bukan soal mahal atau murah, melainkan perhatian dan usaha di balik pemberiannya.

Mereka juga biasanya mengingat setiap hadiah yang pernah diberikan. Kalau pasanganmu tipe ini, pilihlah hadiah yang personal dan tulus, sehingga dia merasa benar-benar dihargai. Namun perlu diingat, jangan sampai disalahartikan sebagai sikap materialistis, ya.

4. Quality Time

Bahasa cinta ini menekankan pentingnya menghabiskan waktu bersama dengan penuh perhatian.

Pemilik love language ini merasa paling dicintai saat bisa menikmati momen berkualitas dengan orang tersayang, seperti ngobrol mendalam, bertukar cerita, atau sekadar melakukan aktivitas bersama.

Mereka biasanya akan memberikan fokus penuh, bahkan rela meletakkan ponsel agar momen bersama pasangan lebih intim tanpa gangguan.

Baca Juga: Physical Touch Bukan Soal Seks, Tetapi ....

5. Physical Touch

Sentuhan fisik seperti berpegangan tangan, berpelukan, atau membelai menjadi bentuk cinta utama bagi orang dengan bahasa cinta ini.

Namun, ada kondisi tertentu yang bisa membuat ekspresi cinta ini terbatas, misalnya saat pandemi COVID-19 atau bagi orang dengan fobia sentuhan (haphephobia).

Jika itu terjadi, penting mencari cara lain untuk menunjukkan kasih sayang agar pasangan tetap merasa diperhatikan.

Kenapa Bahasa Cinta Penting?

Setiap orang punya bahasa cinta yang berbeda, dan ini bisa berubah seiring waktu atau situasi. Misalnya, saat pasangan sedang mengalami hari buruk, mungkin dia lebih membutuhkan pelukan dibandingkan kata-kata.

Memahami bahasa cinta akan membuatmu lebih mudah mengekspresikan kasih sayang sesuai dengan yang dibutuhkan pasangan, sekaligus membuat hubungan terasa lebih sehat dan bermakna.

Intinya, bahasa cinta adalah cara seseorang merasa dicintai dan mengekspresikan cinta kepada orang lain.

Tidak hanya berlaku untuk pasangan romantis, tapi juga bisa diterapkan dalam keluarga maupun pertemanan. 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf
R