Apa Strategi Nabi Muhammad saw. dalam Perjalanan ke Madinah agar Selamat? Ini Penjelasan Lengkapnya

AKURAT.CO Peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. menuju Madinah pada tahun 622 Masehi menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah Islam. Perjalanan ini bukan hanya perpindahan tempat tinggal, tetapi juga langkah besar yang menyelamatkan umat muslim dari tekanan, ancaman, dan kekerasan yang terus meningkat di Makkah. Dalam prosesnya, Rasulullah menyusun strategi matang agar perjalanan menuju Madinah berlangsung aman dan jauh dari jangkauan musuh.
Pertanyaan “Apa strategi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan ke Madinah agar selamat?” bahkan menjadi soal penting dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk siswa kelas 4 SD Kurikulum Merdeka, tepatnya pada Bab 5 halaman 93. Pada bagian Ayo Kerjakan, soal nomor 7 berbunyi:
“7. Apa strategi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan ke Madinah agar selamat?”
Kunci jawaban yang tercantum berbunyi:
“7. Strategi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan ke Madinah agar selamat yaitu beliau dan rombongan berangkat menuju Madinah menelusuri pantai Laut Merah, mengambil jalur yang berbeda dengan yang biasa ditempuh kafilah-kafilah yang menuju Madinah.”
Namun, perjalanan hijrah ini memiliki rangkaian strategi yang jauh lebih mendetail dan direncanakan dengan cermat. Artikel ini akan mengulas seluruh versi strategi yang umum dijelaskan dalam literatur Islam dan narasi sejarah.
Mengapa Nabi Muhammad saw. Harus Hijrah ke Madinah?
Tekanan di Makkah pada masa awal dakwah Islam sangat berat. Umat muslim yang jumlahnya masih sedikit sering menjadi sasaran penyiksaan fisik maupun mental. Nabi Muhammad saw. sendiri mengalami kekerasan, termasuk ketika beliau dilempari batu oleh penduduk Thaif hingga keningnya terluka.
Madinah dipilih sebagai tujuan hijrah karena masyarakatnya lebih terbuka dan memiliki hubungan baik dengan kelompok muslim. Kota ini juga dikenal lebih aman dan subur. Setelah Baiat Aqabah kedua, umat Islam mulai bergerak ke Madinah secara sembunyi-sembunyi dan bertahap.
Rasulullah adalah salah satu dari kelompok terakhir yang hijrah, karena beliau menunggu perintah dari Allah swt. Namun, ketika kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap beliau, hijrah harus dilakukan secepatnya dengan strategi yang sangat terukur.
Strategi Nabi Muhammad saw. agar Selamat dalam Perjalanan Hijrah
Berbagai literatur menjelaskan bahwa Rasulullah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga melakukan manuver strategis untuk mengelabui kaum Quraisy yang berusaha menangkapnya. Berikut rangkuman strategi lengkap yang sering disebutkan dalam buku sejarah dan riwayat ulama.
1. Memilih Waktu Keberangkatan yang Tepat
Rasulullah memulai hijrah ketika keadaan Makkah sedang cukup lengah. Keberangkatan dilakukan pada malam hari dari rumah Abu Bakar ra., saat tidak banyak orang mengawasi aktivitas luar rumah. Pilihan waktu ini membuat kaum Quraisy kesulitan melacak langkah awal beliau.
2. Menggunakan Rute yang Tidak Biasa Dilalui
Salah satu strategi paling cerdas Rasulullah adalah memilih jalur perjalanan yang sangat jarang digunakan orang. Alih-alih menuju arah utara seperti lazimnya rute menuju Madinah, beliau justru bergerak ke arah selatan menuju wilayah yang mengarah ke Yaman.
Tak hanya itu, ketika melanjutkan perjalanan menuju Madinah, Rasulullah memilih rute menelusuri pesisir Laut Merah—jalur yang hampir tidak pernah digunakan kafilah biasa. Langkah ini efektif menghindarkan mereka dari wilayah yang sering dilewati musuh.
3. Bersembunyi di Gua Tsur
Sebelum benar-benar melanjutkan perjalanan, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi selama tiga hari di Gua Tsur. Keputusan ini sangat strategis karena kaum Quraisy tidak menyangka bahwa Nabi justru bergerak ke arah berlawanan dari Madinah.
Dalam riwayat disebutkan, dengan izin Allah, mulut gua tersebut ditutupi sarang laba-laba dan burung merpati sehingga para pengejar yakin bahwa tidak ada manusia yang masuk ke dalamnya.
4. Meminta Bantuan Orang-orang yang Dapat Dipercaya
Agar perjalanan berjalan aman, Rasulullah melibatkan beberapa sosok terpercaya:
-
Abu Bakar ra. sebagai pendamping perjalanan hijrah
-
Ali bin Abi Thalib yang tidur di tempat Rasulullah pada malam keberangkatan untuk mengecoh kaum Quraisy
-
Abdullah bin Uraiqith, pemandu jalan profesional yang sangat mengenal rute
-
Amir bin Fuhairah, penggembala yang mengaburkan jejak kaki dengan menggiring kambing di area yang dilewati Rasulullah
-
Asma binti Abu Bakar, pemberi logistik yang bekerja dengan penuh risiko
Koordinasi ini menunjukkan bahwa strategi hijrah dilakukan sangat sistematis dan penuh kehati-hatian.
5. Memastikan Jejak Tidak Terendus Musuh
Selain rute dan penyamaran, penyamaran jejak juga dipikirkan matang. Amir bin Fuhairah menjaga agar bekas langkah Rasulullah dan Abu Bakar tidak mudah dikenali pasukan Quraisy. Langkah ini membuat musuh kehilangan arah pencarian.
Setelah Bersembunyi: Melanjutkan Perjalanan Menuju Madinah
Setelah tiga hari di Gua Tsur, Rasulullah dan Abu Bakar melanjutkan perjalanan dengan unta. Mereka memilih jalur pesisir Laut Merah yang tidak populer. Sepanjang perjalanan, mereka melewati wilayah-wilayah aman hingga akhirnya singgah di Quba selama empat hari. Di tempat inilah Rasulullah mendirikan masjid pertama dalam sejarah Islam, yaitu Masjid Quba.
Sesampainya di Quba, Ali bin Abi Thalib menyusul dan bersama mereka melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Pada akhirnya, Nabi Muhammad saw. tiba di kota tujuan dengan selamat pada bulan September 622 Masehi. Peristiwa ini kemudian menjadi penanda dimulainya kalender Hijriah.
Semua Versi Jawaban yang Relevan untuk Soal Nomor 7
Karena berbagai sumber memiliki penekanan berbeda, artikel ini merangkum beberapa versi jawaban yang mungkin muncul:
Versi 1 (Sesuai Buku Kelas 4):
“Berangkat menelusuri pantai Laut Merah dan mengambil jalur berbeda dari rute kafilah menuju Madinah.”
Versi 2 (Ringkasan Umum):
“Memilih waktu yang tepat, menentukan jalur aman, dan meminta bantuan orang-orang terpercaya.”
Versi 3 (Versi Sejarah Lengkap):
Dengan strategi yang meliputi:
-
Berangkat pada malam hari
-
Ali tidur menggantikan beliau
-
Rasulullah bersembunyi di Gua Tsur
-
Memilih jalur menuju Yaman terlebih dahulu
-
Mempekerjakan pemandu jalan
-
Menghilangkan jejak perjalanan
-
Mengambil rute pesisir Laut Merah
Seluruh versi di atas berisi inti strategi yang sama: perencanaan matang untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy.
Kesimpulan
Strategi Nabi Muhammad saw. dalam perjalanan hijrah ke Madinah merupakan kombinasi antara perencanaan yang teliti, pemilihan waktu dan rute yang aman, serta dukungan orang-orang terpercaya. Dengan pertolongan Allah, semua langkah itu berhasil menyelamatkan beliau dari ancaman kaum Quraisy dan membuka jalan lahirnya peradaban Islam di Madinah.
Kalau kamu ingin terus mengikuti bahasan sejarah Islam menarik lainnya, pantau selalu update terbaru di media kesayanganmu.
Baca Juga: Tradisi Gotong Royong Santri Mencor Bangunan Pesantren Sesuai dengan Hadis Nabi Muhammad SAW
Baca Juga: Kenapa Nabi Muhammad SAW Dirayakan Kelahirannya dan Bukan Wafatnya? Simak Penjelasannya
FAQ
1. Mengapa Nabi Muhammad saw. memutuskan hijrah ke Madinah?
Hijrah dilakukan karena situasi di Makkah sudah tidak aman bagi umat Islam. Kaum Quraisy semakin sering melakukan penyiksaan, ancaman, serta kekerasan terhadap Rasulullah dan para pengikutnya. Madinah saat itu dikenal lebih aman dan memiliki masyarakat yang lebih terbuka menerima ajaran Islam.
2. Kapan peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw. terjadi?
Peristiwa hijrah terjadi pada tahun 622 Masehi dan menjadi penanda dimulainya kalender Hijriah dalam tradisi Islam.
3. Siapa yang menemani Nabi Muhammad saw. saat hijrah?
Rasulullah ditemani oleh sahabat dekatnya, Abu Bakar ra. Selain itu, ada beberapa orang yang turut membantu secara strategis, seperti Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Uraiqith, Amir bin Fuhairah, dan Asma binti Abu Bakar.
4. Apa strategi Nabi Muhammad saw. agar selamat selama perjalanan hijrah?
Strateginya mencakup berbagai langkah:
-
Berangkat pada malam hari ketika situasi Makkah lebih sepi.
-
Ali bin Abi Thalib tidur di tempat Rasulullah untuk mengecoh musuh.
-
Bersembunyi di Gua Tsur selama tiga hari.
-
Memilih jalur tidak biasa yang mengarah ke Yaman terlebih dahulu.
-
Menelusuri rute pesisir Laut Merah hingga mendekati Madinah.
-
Menggunakan pemandu jalan terpercaya dan penggembala untuk menghilangkan jejak.
5. Versi jawaban apa yang digunakan dalam buku PAI Kelas 4 SD?
Dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum Merdeka, kunci jawaban nomor 7 menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw. mengambil jalur pesisir Laut Merah dan memilih rute yang berbeda dari jalur kafilah biasa untuk memastikan perjalanan aman.
6. Mengapa Rasulullah bersembunyi di Gua Tsur?
Beliau bersembunyi di Gua Tsur untuk menghindari pengejaran kaum Quraisy yang saat itu sedang menyisir wilayah-wilayah umum menuju Madinah. Dengan izin Allah, mulut gua tersebut tertutup sarang laba-laba dan merpati sehingga para pengejar mengira tidak ada manusia yang masuk ke dalam gua itu.
7. Apakah kaum Quraisy sempat mencapai Gua Tsur?
Ya, sebagian dari mereka sampai ke lokasi gua. Namun, ketika melihat sarang laba-laba dan burung merpati yang tampak seperti lama tak tersentuh, mereka yakin tidak mungkin ada orang di dalamnya sehingga meninggalkan tempat tersebut.
8. Di mana Rasulullah singgah sebelum tiba di Madinah?
Rasulullah singgah di Quba selama empat hari. Di sana, beliau mendirikan Masjid Quba yang dikenal sebagai masjid pertama dalam sejarah Islam.
9. Kapan Nabi Muhammad saw. tiba di Madinah?
Beliau tiba di Madinah pada September 622 Masehi setelah perjalanan panjang yang melelahkan namun penuh keberkahan.
10. Mengapa peristiwa hijrah sangat penting dalam sejarah Islam?
Hijrah menandai perpindahan dari fase tekanan menuju fase pembangunan masyarakat Islam yang lebih terstruktur. Peristiwa ini dianggap sebagai titik balik dakwah dan menjadi awal dari terbentuknya peradaban Islam di Madinah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









