BI Guyur Likuiditas Rp291,8 Triliun ke Perbankan per Maret 2025
Camelia Rosa | 19 Maret 2025, 23:13 WIB

AKURAT.CO Bank Indonesi (BI) melaporkan telah memberikan insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudential (KLM) sebesar Rp291,8 triliun hingga minggu kedua Maret 2025.
Gubernur BI, Perry Warjiyo merincikan, dari total penyaluran insentif tersebut, sebesar Rp125,7 triliun dinikmati oleh kelompok bank BUMN, kemudian BUSN sebesar Rp132,8 triliun, BPD sebesar Rp27,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,4 triliun.
"Secara sektoral, insentif tersebut disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real estate, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau," jelasnya dalam konferensi pers Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Maret 2025 di Gedung BI, Jakarta, Rabu (19/3/2025).
Perry menuturkan, ke depan, Bank Indonesia akan turut mendorong pertumbuhan kredit melalui berbagai kebijakan makroprudensial yang akomodatif sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi.
Salah satunya dengan mengoptimalkan kenaikan KLM dari paling besar 4% menjadi sampai dengan 5% dari DPK yang berlaku mulai 1 April 2025.
"Peningkatan KLM sebesar 1% tersebut akan semakin mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah," tukas Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










