Komisi VI Minta Himbara Permudah Penyaluran KUR ke UMKM

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR RI, Amin AK, menekankan pentingnya peran Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam memfasilitasi UMKM untuk memperoleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa hambatan yang berlebihan.
Oleh karena itu dirinya meminta bank-bank BUMN agar tidak mempersulit proses pengajuan KUR dengan persyaratan administrasi yang rumit dan tidak perlu, serta menghindari tuntutan jaminan yang memberatkan.
"Harus ada edukasi untuk UMKM. Proses seleksi tetap diperlukan, tetapi jangan sampai mempersulit dengan berbagai persyaratan administrasi yang banyak. Apalagi sampai meminta jaminan," ujarnya di Jakarta, Senin (5/8/2024).
Baca Juga: Jaga NPL Kredit UMKM Tetap Rendah, Ini Strategi BRI
Amin, yang merupakan politisi dari Fraksi PKS, menekankan bahwa KUR bagi UMKM sudah dijamin oleh instansi penjamin seperti Askrindo dan Jamkrindo. Hal ini seharusnya membuat bank-bank lebih percaya diri dalam menyalurkan KUR, tanpa rasa khawatir yang berlebihan mengenai risiko kredit macet.
Lebih lanjut, Amin menyoroti pentingnya UMKM dalam perekonomian nasional, dengan sekitar 64 juta orang terlibat dalam sektor ini. UMKM berkontribusi signifikan dalam penciptaan lapangan kerja, mampu menyerap tenaga kerja hingga 97%, dan memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara.
Namun, di tengah era digitalisasi, UMKM menghadapi tantangan besar dari serbuan produk luar negeri, baik yang legal maupun ilegal. Amin menekankan perlunya strategi yang tepat untuk membantu UMKM bersaing di pasar yang semakin kompetitif ini.
Meskipun demikian, Amin juga mengingatkan bahwa KUR tidak seharusnya diberikan begitu saja tanpa adanya kontrol yang memadai. "Bukan berarti KUR itu bisa didapat dengan mudah sehingga menyebabkan kredit macet dan kemudian diganti begitu saja oleh Askrindo atau Jamkrindo. Harus ada edukasi dari bank Himbara agar solusi yang dihasilkan memuaskan semua pihak," tambahnya.
Amin mencontohkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebagai model yang patut ditiru. PNM berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) sangat rendah di bawah 1%, sambil terus menyalurkan kredit dan bertahan di tengah tantangan. "Kita akan terus mengawal dan mengingatkan Himbara terkait KUR ini, belajar dari apa yang terjadi di PT PNM dengan rasio NPL yang sangat rendah," paparnya.
Amin berharap bahwa Himbara dapat mengikuti jejak PNM dalam menjaga kualitas penyaluran KUR dan memastikan bahwa UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang dibutuhkan untuk berkembang, sekaligus melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










