Akurat

Program KPR Subsidi FLPP Jadi Tulang Punggung Target 3 Juta Rumah Prabowo

Hefriday | 30 Juni 2025, 13:45 WIB
Program KPR Subsidi FLPP Jadi Tulang Punggung Target 3 Juta Rumah Prabowo

AKURAT.CO Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menegaskan komitmennya dalam merealisasikan target ambisius pembangunan dan renovasi tiga juta rumah per tahun yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dipastikan menjadi ujung tombak dari misi besar ini.

Menteri PKP, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa program FLPP serta skema Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi strategi utama dalam mengatasi backlog perumahan nasional sekaligus memperluas akses rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Baca Juga: Kementerian PKP Desak Pemda Terbitkan Perkada, Percepat Program Tiga Juta Rumah untuk MBR

“Kami ditugaskan membangun dan merenovasi tiga juta rumah dalam setahun. Program andalan kami itu yang paling penting adalah rumah subsidi, kemudian BSPS untuk renovasi rumah,” kata Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (30/6/2025).

Ara, menekankan bahwa peningkatan alokasi rumah subsidi bukan hanya akan menjawab kebutuhan papan masyarakat, tetapi juga akan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, satu unit rumah subsidi saja dapat menciptakan lapangan kerja bagi minimal lima orang.

“Kalau tahun ini kita bisa capai 350 ribu unit rumah subsidi, berarti sekitar 1.650.000 tenaga kerja yang terlibat langsung. Itu belum termasuk efek berganda di sektor lain seperti industri semen, besi, furnitur, hingga transportasi,” ujarnya.

Program FLPP sendiri merupakan skema pembiayaan dari pemerintah yang memberikan dana murah kepada bank penyalur. Skema ini memungkinkan masyarakat mendapatkan KPR bersubsidi dengan suku bunga tetap yang rendah, uang muka terjangkau, dan tenor yang panjang hingga 20 tahun.

Baca Juga: Soal Program Tiga Juta Rumah, Ekonom: OJK Perlu Dorong Inovasi Pembiayaan Perumahan

Selain itu, skema ini juga menjamin kepastian pembayaran bagi perbankan yang menjadi mitra, sehingga mendorong partisipasi lebih luas dari sektor keuangan untuk terlibat dalam pembangunan perumahan rakyat.

Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, menyebutkan bahwa program FLPP pada tahun 2025 mengalami peningkatan kuota yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau.

“Hingga 29 Juni 2025, BP Tapera telah menyalurkan lebih dari 117.000 unit KPR Sejahtera FLPP dari total target 350.000 unit. Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah, dan menjadi wujud nyata komitmen kami mendukung target tiga juta rumah dari Presiden dan Menteri PKP,” ungkap Heru.

Dirnya menambahkan bahwa peningkatan kuota ini turut didukung oleh kebijakan Bank Indonesia yang memberi ruang relaksasi terhadap kredit sektor perumahan, termasuk melalui penyesuaian rasio Loan to Value (LTV) dan penurunan suku bunga acuan yang membuat KPR subsidi semakin terjangkau.

FLPP juga membuka peluang pemerataan pembangunan karena distribusi rumah subsidi tersebar di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di pusat kota tetapi juga hingga ke pelosok desa dan daerah tertinggal.

Dengan dukungan kuat dari berbagai kementerian, lembaga, dan mitra perbankan, pemerintah optimistis program ini akan menjadi motor utama pemenuhan hak dasar atas hunian layak bagi rakyat, sekaligus menciptakan multiplier effect terhadap sektor konstruksi dan ekonomi lokal.

Pemerintah juga akan melakukan evaluasi dan penyesuaian skema subsidi agar semakin adaptif terhadap tantangan dan dinamika pasar. Inovasi digital dalam proses pengajuan dan penyaluran KPR FLPP pun akan terus diperkuat guna mempercepat layanan bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi