Menkomdigi Sampaikan Duka Atas 4 Korban Helikopter Jatuh di Papua Tengah

AKURAT.CO Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyampaikan duka cita atas meninggalnya empat korban jatuhnya helikopter di Papua Tengah. Mereka gugur saat melakukan pemeliharaan jaringan Palapa Ring Timur di Distrik Jila, Mimika.
"Kami berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Para almarhum adalah bagian dari garda terdepan yang mengabdikan diri untuk pemerataan akses telekomunikasi di Papua," ujar Meutya dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (12/9/2025).
Menurutnya, tugas yang dijalankan para korban bukanlah hal mudah karena penuh tantangan dan risiko. Namun, pengorbanan tersebut dinilai memiliki arti besar bagi upaya menghadirkan layanan telekomunikasi di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
"Kami sangat menghargai pengorbanan dan jasa para almarhum yang telah berkontribusi nyata dalam menghadirkan layanan telekomunikasi di wilayah yang sulit dijangkau," kata Meutya.
Ia berharap pengabdian para korban bisa menjadi inspirasi untuk pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Meutya juga mengapresiasi tim SAR, aparat keamanan dan semua pihak yang membantu pencarian serta evakuasi.
Helikopter milik Intan Angkasa dengan kode PK-IWS, yang disewa PT Palapa Timur Telematika (PTT), dilaporkan hilang kontak pada Rabu (10/9/2025). Pesawat itu terbang dari Ilaga, Kabupaten Puncak menuju Timika, Kabupaten Mimika, dengan empat penumpang.
Empat korban terdiri dari dua kru penerbangan serta dua karyawan PTT, yaitu Herwanto (35) dan Sulfiki Kurniawan (26). Kontak terakhir dengan helikopter tercatat pada pukul 10.30 WIT sebelum sinyal komunikasi terputus.
Sehari kemudian, tim SAR yang dipimpin Basarnas Timika dengan dukungan TNI AU, Kodim Mimika, Polres Mimika dan pihak Intan Angkasa berhasil menemukan bangkai helikopter. Seluruh penumpang dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









