Titiek Soeharto Desak Pemerintah Tindak Tegas Perusahaan Pengoplos Beras

AKURAT.CO Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan beras yang diduga mengoplos dan melanggar aturan mutu pangan.
Ia menilai, langkah tegas diperlukan untuk memberikan efek jera agar pelanggaran serupa tidak terulang.
"Saya rasa harus ditindaklah, supaya ada efek jera," ujar Titiek saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Titiek menyayangkan praktik pengoplosan beras yang justru dilakukan oleh perusahaan besar, di saat pemerintah dan DPR tengah berupaya keras mencapai target swasembada pangan nasional.
"Zaman sekarang masih saja ada yang mengoplos beras, perusahaan besar lagi. Padahal kita semua sedang berjuang untuk swasembada, memperbaiki sistem pangan. Jadi seharusnya semua pihak mendukung agar tertib," tuturnya.
Lebih lanjut, Titiek menyebut pihaknya selalu menjalin koordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk memantau persoalan-persoalan pangan, termasuk dugaan pelanggaran oleh pelaku usaha.
"Hampir setiap minggu kami ada rapat kerja dengan Kementerian Pertanian. Pasti soal ini nanti akan kami tanyakan juga," ungkapnya.
Baca Juga: Trisula Presiden Prabowo Dinilai Tepat Sasaran, Ekonom: Langkah Pemerintah Realistis dan Pro Rakyat
Namun, saat ditanya soal kemungkinan Komisi IV melakukan inspeksi mendadak (sidak), Titiek mengaku belum ada agenda ke arah itu karena DPR saat ini sedang fokus membahas persoalan anggaran.
"Belum, nanti saja. Kami masih sibuk urusan anggaran sekarang," ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri mengungkap dugaan pelanggaran mutu beras oleh 212 merek beras premium dan medium.
Investigasi yang berlangsung dari 6 hingga 23 Juni 2025 ini mencakup pengambilan 268 sampel beras dari 10 provinsi.
Satgas menemukan sejumlah produk beras tidak memenuhi standar mutu dan takaran yang ditetapkan, serta terindikasi sebagai hasil pengoplosan.
Saat ini, pemeriksaan terhadap produsen dan distributor terkait masih terus berjalan.
Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk menjaga kepercayaan konsumen sekaligus melindungi petani lokal dari praktik usaha yang tidak fair di sektor pangan.
Baca Juga: Elon Musk Diancam Dideportasi, Pindahkan Bisnis ke Cina?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta









