Akurat

Disebut Prabowo di Sidang Kabinet, Ini Cerita Lengkap Tongkat Nabi Sulaiman AS dalam Al-Qur'an

Lufaefi | 25 Oktober 2024, 11:00 WIB
Disebut Prabowo di Sidang Kabinet, Ini Cerita Lengkap Tongkat Nabi Sulaiman AS dalam Al-Qur'an

AKURAT.CO Belakangan ini, sidang kabinet yang dipimpin Presiden Prabowo menarik perhatian publik. Dalam momen yang tak biasa, mantan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut “tongkat Nabi Sulaiman” sebagai analogi ketidakmungkinan bekerja secara instan dalam mengeksekusi program pemerintahannya.

Pernyataan ini kemudian memicu diskusi tentang kisah Nabi Sulaiman AS dan keistimewaan tongkatnya dalam ajaran Islam. 

Kisah Nabi Sulaiman dalam Al-Qur'an

Nabi Sulaiman AS adalah sosok nabi yang dianugerahi Allah SWT berbagai keistimewaan dan mukjizat. Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah memberikan kepadanya kekuasaan yang tidak diberikan kepada siapapun setelahnya.

Sulaiman mampu memerintah manusia, jin, hewan, dan angin. Salah satu kisah penting tentang Nabi Sulaiman adalah tentang tongkatnya, yang menjadi simbol kepemimpinan dan kebijaksanaan serta terkait erat dengan akhir hidupnya.

Baca Juga: Iran Usulkan Pembentukan Parlemen Al-Quran untuk Negara-negara Islam

Dalam Surah Saba', Allah berfirman:

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

"Dan Sulaiman mewarisi Daud dan dia berkata, 'Wahai manusia, kami telah diberi pemahaman tentang bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu. Sungguh, ini benar-benar karunia yang nyata.'" (QS. Saba' [34]: 16).

Di bawah kepemimpinan Sulaiman, bangsa jin dan manusia bekerja di bawah perintahnya. Ia dikenal sebagai pemimpin yang adil dan bijaksana, serta sangat bergantung pada kekuasaan Allah SWT.

Salah satu bagian penting dari kisah Nabi Sulaiman yang menarik adalah saat kematiannya, yang terkait langsung dengan tongkat yang dipegangnya hingga akhir hayat.

Tongkat Nabi Sulaiman dan Kematiannya

Kisah mengenai tongkat Nabi Sulaiman disebutkan dalam Surah Saba’ ayat 14. Tongkat tersebut berperan dalam mengungkapkan peristiwa wafatnya Sulaiman, yang tidak segera disadari oleh para jin yang bekerja untuknya. Al-Qur'an menyebutkan:

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَىٰ مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ ۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَنْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

"Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atas Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka bahwa dia telah wafat, kecuali seekor rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika ia roboh, tahulah jin bahwa kalau mereka mengetahui yang gaib, tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan." (QS. Saba' [34]: 14).

Ayat ini mengandung pelajaran penting. Ketika Nabi Sulaiman wafat, jasadnya tetap berdiri karena bertumpu pada tongkatnya. Jin yang bekerja di bawah perintahnya tidak menyadari bahwa Sulaiman telah wafat.

Baru setelah tongkat itu digerogoti oleh rayap dan Sulaiman jatuh, jin menyadari bahwa mereka tidak memiliki pengetahuan tentang hal-hal gaib.

Tafsir dan Makna Filosofis

Tafsir al-Jalalayn menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan bukti nyata bahwa jin tidak mengetahui hal-hal gaib

. Mereka terus bekerja keras menyelesaikan proyek-proyek besar tanpa menyadari bahwa pemimpin mereka telah wafat.

Dalam beberapa tafsir, tongkat Sulaiman dipandang sebagai simbol kekuasaan dan otoritasnya atas makhluk-makhluk Allah, termasuk jin. Dengan tongkat tersebut, Sulaiman menjalankan kendali atas kerajaannya.

Sementara itu, Tafsir Ibnu Katsir menekankan bahwa peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi manusia bahwa hanya Allah yang mengetahui ilmu gaib sepenuhnya.

Tongkat yang digerogoti rayap menunjukkan bahwa kekuasaan duniawi, sehebat apapun, pada akhirnya akan rapuh dan berakhir.

Hal ini menjadi pengingat bahwa manusia harus bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT dan tidak tertipu oleh tampilan luar atau kekuasaan yang bersifat sementara.

Baca Juga: Siswa Penerima Makanan Bergizi Gratis Kirim Surat Doa untuk Prabowo-Gibran

Tongkat sebagai Simbol Kepemimpinan dan Hikmah

Tongkat Nabi Sulaiman tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam konteks kepemimpinan.

Dalam tradisi para nabi, tongkat seringkali menjadi simbol kekuatan dan otoritas. Misalnya, tongkat Nabi Musa AS digunakan untuk membelah Laut Merah dan menunjukkan berbagai mukjizat.

Dalam kisah Sulaiman, tongkatnya bukan hanya alat fisik, tetapi juga tanda keberlanjutan kepemimpinannya hingga ajal tiba.

Pernyataan Presiden Prabowo di sidang kabinet, meski hanya analogi, membuka ruang bagi kita untuk merenungkan kembali kisah-kisah para nabi dalam Al-Qur'an.

Kisah-kisah ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pedoman hidup yang relevan di segala zaman.

Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah Nabi Sulaiman AS dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.