AKURAT.CO Pemilihan Gubernur Jawa Timur mendatang menjadi sorotan publik dengan hadirnya tiga calon gubernur yang semuanya perempuan.
Fenomena ini mengundang banyak perhatian, karena tidak hanya menunjukkan peningkatan peran perempuan dalam politik, tetapi juga mengingatkan kita pada sejarah kepemimpinan perempuan dalam Islam.
Pada masa sahabat Nabi Muhammad SAW, beberapa perempuan memiliki peran penting dalam kepemimpinan dan kehidupan masyarakat.
Berikut ini pemimpin perempuan di masa sahabat Nabi berdasarkan data dan referensi dari berbagai sumber termasuk kitab kuning.
1. Khadijah binti Khuwailid
Khadijah adalah istri pertama Nabi Muhammad SAW dan merupakan salah satu perempuan paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Sebelum menikah dengan Nabi, Khadijah adalah seorang pengusaha sukses di Mekkah.
Kepemimpinannya dalam bidang ekonomi memberikan pengaruh besar, dan dia dihormati karena kebijaksanaannya.
Baca Juga: Doa Agar Dimudahkan Lolos CPNS 2024
Menurut Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam, Khadijah memiliki peran penting dalam mendukung dakwah awal Islam baik secara moral maupun finansial.
2. Aisyah binti Abu Bakar
Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW, adalah seorang cendekiawan terkemuka dan salah satu periwayat hadis terbesar dalam Islam. Aisyah terkenal karena kecerdasannya dan perannya dalam menyebarkan ilmu.
Menurut kitab Siyar A'lam al-Nubala' oleh Imam Al-Dzahabi, Aisyah sering menjadi rujukan dalam berbagai masalah keagamaan dan hukum Islam, menjadikannya sebagai salah satu pemimpin intelektual di kalangan umat Islam.
3. Ummu Salamah
Ummu Salamah, istri Nabi Muhammad SAW yang lain, juga dikenal sebagai salah satu perempuan terkemuka pada masa sahabat. Dia memiliki peran penting dalam memberikan nasihat kepada Nabi dan para sahabat.
Dalam kitab Al-Isti'ab karya Ibnu Abdil Barr, disebutkan bahwa Ummu Salamah memiliki pemahaman mendalam tentang hukum Islam dan sering diminta pendapatnya dalam masalah-masalah penting.
Salah satu kisah terkenal adalah saat dia memberikan nasihat bijak kepada Nabi Muhammad SAW selama Perjanjian Hudaibiyah.
4. Asma' binti Abu Bakar
Asma' binti Abu Bakar adalah saudara perempuan dari Aisyah dan dikenal karena keberaniannya serta peran aktifnya dalam perjuangan Islam.
Dalam kitab Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, diceritakan bahwa Asma' membantu Nabi Muhammad SAW dan ayahnya, Abu Bakar, dalam hijrah ke Madinah dengan membawa makanan secara diam-diam meskipun nyawanya terancam.
5. Nusaibah binti Ka'ab (Ummu Ammarah)
Nusaibah binti Ka'ab, yang juga dikenal sebagai Ummu Ammarah, adalah salah satu perempuan yang ikut serta dalam Perang Uhud.
Baca Juga: Rumah Bacagub Aceh Bustami Diduga Dilempar Granat, Ini Larangan Zalim dalam Islam
Dia dikenal sebagai seorang pejuang yang berani dan melindungi Nabi Muhammad SAW di medan perang. Menurut Al-Isti'ab dan Usud al-Ghabah karya Ibnu Atsir, keberaniannya membuatnya diakui sebagai salah satu pahlawan perempuan dalam sejarah Islam.
Kepemimpinan perempuan dalam Islam bukanlah hal yang baru. Sejarah mencatat bahwa banyak perempuan di masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang memegang peranan penting dalam berbagai bidang, baik itu ekonomi, ilmu pengetahuan, atau bahkan militer.
Fenomena calon gubernur perempuan di Jawa Timur ini mengingatkan kita akan sejarah panjang peran perempuan yang sangat dihormati dan diakui dalam Islam.