Akurat

Gigi Belakang Sering Nyeri Saat Mengunyah? Simak Penyebabnya

Ratu Tiara | 30 November 2025, 11:04 WIB
Gigi Belakang Sering Nyeri Saat Mengunyah? Simak Penyebabnya

AKURAT.CO Pernah  merasa nyeri tiba-tiba di gigi belakang setiap kali mengunyah makanan? Kondisi ini ternyata lebih umum terjadi daripada yang kamu kira, dan bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari kerusakan gigi hingga masalah gusi.

Yuk, kenali penyebabnya supaya bisa cepat ditangani!

Baca Juga: Cara Atasi Gigi Ngilu Setelah Scaling dengan Cepat

Penyebab Gigi Belakang Nyeri Saat Mengunyah 

1. Karies gigi 

Kerusakan pada lapisan enamel membuat lapisan dentin terbuka dan saraf di pulpa gigi terpapar. Kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang tajam, terutama saat mengunyah.

2. Infeksi gigi dan abses 

Bakteri dapat menyerang akar gigi atau gusi, membentuk nanah dan pembengkakan.

Nyeri sering muncul saat tekanan diberikan pada gigi yang terinfeksi.

3. Penyakit gusi dan periodontitis 

Peradangan atau kerusakan jaringan penyangga gigi membuat gigi longgar dan mudah sakit ketika mengunyah.

4. Gigi retak atau patah 

Gigi yang retak atau patah dapat menimbulkan rasa nyeri saat menahan tekanan makanan.

5. Sensitivitas gigi 

Pengikisan atau kerusakan enamel membuat gigi lebih sensitif terhadap makanan panas, dingin, atau keras.

6. Bruxism (menggemeretakkan gigi) 

Kebiasaan ini memberi tekanan berlebih pada gigi belakang, memicu nyeri dan ketegangan otot rahang.

7. Penumpukan karang gigi 

Karang gigi dapat memicu infeksi dan peradangan di sekitar gigi belakang, menimbulkan rasa sakit saat mengunyah.

8. Sisa makanan di sela gigi 

Makanan yang terselip di antara gigi bisa mengiritasi gusi dan jaringan sekitarnya, menimbulkan rasa tidak nyaman.

Baca Juga: 7 Tips Ampuh Mengatasi Karang Gigi dengan Bahan Alami di Rumah

Cara Mengatasinya 

1. Berkumur dengan air garam hangat 

Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu membersihkan bakteri penyebab nyeri dan mengurangi peradangan. Cukup campurkan setengah sendok teh garam ke segelas air hangat, lalu kumur selama 30–60 detik secara rutin.

2. Kompres dingin di area nyeri 

Mengompres area pipi yang teasa sakit dengan es atau kompres dingin selama sekitar 20 menit bisa mengecilkan pembengkakan dan meredakan nyeri. Lakukan beberapa kali sehari sesuai kebutuhan.

3. Sikat gigi dan gunakan dental floss

Menjaga kebersihan gigi sangat penting untuk mencegah nyeri berulang.

Gunakan sikat gigi lembut dengan pasta khusus gigi sensitif, lalu bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss agar sisa makanan tidak menimbulkan iritasi atau infeksi.

4. Obat pereda nyeri 

Jika nyeri cukup mengganggu, konsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis yang dianjurkan.

Pastikan tidak memiliki alergi atau kondisi medis yang membuat obat tersebut berisiko bagi tubuh.

5. Pencegahan dan langkah lanjutan 

Hindari makanan keras, panas atau dingin ekstrem, atau asam agar gigi tidak tertekan.

Jika nyeri bertahan lebih dari 2–3 hari atau muncul bengkak, segera periksa ke dokter gigi.

Pemeriksaan rutin setiap enam bulan juga penting untuk mencegah masalah gigi.

Menjaga kebersihan gigi dan mengenali tanda-tanda nyeri sejak awal adalah langkah penting untuk mencegah masalah gigi yang lebih serius.

Dengan rutin merawat gigi, menerapkan cara sederhana untuk meredakan nyeri, dan berkonsultasi dengan dokter gigi bila keluhan berlanjut.

Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R