Akurat

Cara Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Awet dan Segar

Petrus C. Vianney | 20 Juni 2024, 19:10 WIB
Cara Menyimpan dan Mengolah Daging Kurban Agar Tetap Awet dan Segar

AKURAT.CO Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban merupakan momen yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Selama perayaan ini, umat Muslim tidak hanya berbagi kebahagiaan, tetapi juga daging kurban dari hewan seperti kambing, domba dan sapi.

Karena banyaknya daging yang diterima saat Idul Adha, seringkali masyarakat tidak mengolah seluruhnya sekaligus. Mereka menyimpan sebagian untuk dimasak di kemudian hari.

Muchamad Luthfi, seorang peneliti dari Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memberikan panduan penting mengenai cara menyimpan dan mengolah daging kurban agar tetap awet dan segar.

"Menyimpan daging kurban dengan baik akan menjaga daging tetap segar, aman dikonsumsi dan terjaga kualitasnya," tulis Luthfi, dikutip dari akun media sosial Instagram @brin_indonesia, Rabu (19/6/2024).

Berikut beberapa langkah yang harus diikuti dalam menyimpan dan mengolah daging kurban:

1. Menyimpan daging dengan benar
Jika daging kurban tidak akan langsung diolah, Luthfi menyarankan beberapa langkah penyimpanan yang tepat:
- Membersihkan daging
Gunakan tisu dapur atau lap kering yang bersih untuk membersihkan daging. Hindari mencuci daging karena dapat menyebabkan kontaminasi mikroba.
- Penyimpanan awal
Simpan daging dalam wadah tertutup untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi.
- Pendinginan awal
Sebelum memasukkan daging ke dalam freezer, letakkan daging di bagian chiller selama dua hingga empat jam untuk menjaga struktur daging dan mempertahankan kesegarannya lebih lama.
- Pembekuan
Simpan daging di dalam freezer pada suhu minus 17 derajat celsius atau lebih rendah. Dengan cara ini, daging dapat bertahan hingga enam hingga sembilan bulan.

2. Hindari mencuci daging kurban
Mencuci daging kurban tidak disarankan karena air cucian dapat membawa mikroba patogen yang dapat mengontaminasi area sekitar.

Luthfi merekomendasikan untuk merebus daging dalam air mendidih bersuhu sekitar 63 derajat celsius selama lima menit. Setelah air berubah keruh, buang air tersebut dan daging siap diolah lebih lanjut.

3. Teknik pembungkusan yang tepat
Untuk penyimpanan daging dalam jangka waktu hingga dua bulan, bungkus daging dengan kertas aluminium atau kantong plastik bening. Teknik ini akan melindungi daging dari kerusakan dan menjaga kualitasnya.

4. Memasak daging hingga matang sempurna
Luthfi menekankan pentingnya memasak daging hingga matang sempurna. Proses ini akan membunuh mikroorganisme berbahaya yang mungkin ada dalam daging sehingga aman untuk dikonsumsi.

Memasak dengan suhu yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa virus dan bakteri yang ada dalam daging tidak membahayakan kesehatan.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, umat Muslim dapat menikmati daging kurban dengan aman dan memastikan bahwa kualitas serta kesegaran daging tetap terjaga untuk konsumsi di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.