7 Mitos dan Fakta Mengolah Daging Kurban: Nomor 4 Paling Banyak Dilakukan!

AKURAT.CO Perayaan Idhuladha baru saja dilakukan pada 06 Juni 2025 namun proses penyembelihan kurban masih akan dilaksanakan dalam kurun waktu dua hari ke depan, stok daging yang melimpah menjadi hal yang dinantikan bagi masyarakat.
Namun, tidak sedikit orang yang masih keliru dalam cara mengolahnya. Mulai dari mencuci daging, menyimpan dan cara memasaknya, banyak mitos beredar yang justru bisa membuat kualitas daging menurun.
Baca Juga: 10+ Olahan Daging Kurban Idul Adha 2025 yang Lezat dan Cocok untuk Santapan Keluarga
Agar kamu tidak salah langkah, yuk simak 7 mitos dan fakta tentang pengolahan daging kurban berikut ini.
Beberapa di antaranya mungkin sering kamu lakukan tanpa sadar!
1.Mencuci Daging dengan Air Keran Membuatnya Lebih Bersih?
Banyak orang percaya bahwa mencuci daging dengan air keran akan membuatnya lebih higienis.
Melansir dari laman RSA UGM, air dapat membawa mikroba patogen yang dapat mengontaminasi daerah sekitar karena air merupakan media perkembang biakan yang baik untuk kuman itu sendiri.
Selain itu, daging yang terkena air cenderung jadi keras saat dimasak dan susah menyerap bumbu.
Sebaiknya, daging langsung dibekukan atau dimasak tanpa dicuci.
Jika dirasa perlu membersihkan, bisa dilakukan dengan lap basah bersih atau air matang secukupnya saja sebelum pengolahan.
2. Langsung Memasak Daging Setelah disembelih
Daging yang baru dipotong biasanya masih dalam kondisi kaku (rigor mortis), yang membuat teksturnya keras saat dimasak. Sebaiknya daging disimpan pada freezer 6–12 jam dalam suhu dingin agar ototnya rileks dan teksturnya empuk. Proses ini disebut aging dan umum dilakukan dalam industri pengolahan daging.
3. Daging Direbus Langsung dengan Air Mendidih
Memasukkan daging langsung ke air mendidih memang membuat daging cepat matang, namun permukaan atas akan mengeras dan bagian dalam daging tidak matang sempurna. Ini malah bikin daging alot.
Rebuslah daging dalam air dingin terlebih dahulu, lalu nyalakan api kecil hingga mendidih perlahan. Proses perlahan ini membuat serat daging lebih lunak dan kaldu lebih kaya rasa dan pastinya daging akan matang secara merata.
4. Gunakan Banyak Minyak Agar Daging Tidak Lengket Saat Dipanggang
Minyak berlebihan justru bisa menyebabkan daging cepat gosong dan permukaannya hitam, terutama jika suhu panggangan belum cukup panas.
Oleh karena itu, pastikan alat pemanggang atau wajan sudah benar-benar panas, lalu panggang daging tanpa banyak minyak. Kamu cukup mengoleskan sedikit minyak atau lemak alami dari daging itu sendiri.
5. Masak Daging Beku Langsung Tanpa Direndam
Dengan kita langsung memasak daging beku membuat bagian luar cepat matang, tapi bagian dalam bisa membuatnya masih mentah. Ini membuat teksturnya tidak merata dan rasanya pun kurang maksimal.
Daging beku harus dicairkan terlebih dahulu di suhu kulkas atau direndam dalam air dingin yang bersih. Hindari mencairkannya di suhu ruang terlalu lama karena bisa menimbulkan bakteri.
6. Tambahkan Nanas Segar Bisa Melunakkan Daging
Ini benar, karena nanas mengandung enzim bromelain yang bisa memecah protein dan melunakkan serat daging. Tapi, jangan terlalu lama merendam daging dengan nanas karena bisa membuatnya hancur.
7. Warna Daging Kecokelatan Artinya Tidak Segar
Daging yang berubah warna tidak selalu berarti busuk atau tidak segar. Perubahan warna bisa disebabkan oleh reaksi dengan oksigen dan tidak selalu berbahaya.
Cara terbaik menilai kesegaran daging adalah melihat tekstur dan mencium aromanya.
Jika masih kenyal, tidak berlendir, dan tidak berbau busuk, maka daging masih layak konsumsi meski warnanya tidak merah segar.
Sedikit Tips Menyimpan Daging Qurban
Sebelum mengolah daging kurban kamu bisa rendam daging dengan jus nanas atau parutan nanas selama 15–30 menit saja, hal itu cukup untuk melunakkan daging tanpa mengubah rasa terlalu drastis.
Dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, diharapkan kita bisa lebih hati-hati dalam mengolah daging kurban, karena kesalah kecil seperti mencuci daging atau merebus dengan cara yang salah bisa mempengaruhi rasa dan kualitas nutrisi.
Dan dengan memahami perbedaan antara mitos dan fakta, kamu bisa menghidangkan daging kurban yang lebih empuk, lezat, dan tentunya sehat.
Bayu Aji Pamungkas (Magang) Artikel Lifestyle
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









