Akurat

Penyebab Daging Kurban Sering Lebih Alot Dibandingkan yang Dijual di Pasar

Wahyu SK | 7 Juni 2025, 12:10 WIB
Penyebab Daging Kurban Sering Lebih Alot Dibandingkan yang Dijual di Pasar

AKURAT.CO Usai Hari Raya Iduladha kerap muncul perbincangan soal daging hewan kurban yang keras saat sudah diolah, dibandingkan dengan yang ada di pasaran.

Banyak yang mempertanyakan apa sebenarnya penyebab perbedaan tekstur daging ini.

Apakah ada perlakuan khusus pada daging di pasar atau ada faktor lainnya?

Baca Juga: 10+ Olahan Daging Kurban Idul Adha 2025 yang Lezat dan Cocok untuk Santapan Keluarga

Tingkat Stres Hewan

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kealotan daging adalah tingkat stres hewan kurban saat atau sebelum disembelih.

Hewan yang mengalami stres tinggi, misalnya karena penanganan yang kasar atau transportasi melelahkan, dapat mengalami perubahan kondisi secara signifikan.

Berbeda dengan hewan ternak di rumah potong hewan (RPH) yang pada umumnya melalui proses minimalisir stres.

Mereka sering kali diistirahatkan dan diberi makan secukupnya sebelum disembelih, yang berpengaruh pada kualitas daging lebih baik.

Baca Juga: Cara Mengolah Daging Kurban Agar Empuk Sempurna, Dijamin Tidak Alot!

Penanganan Daging Setelah Penyembelihan

Faktor krusial lainnya adalah proses penyimpanan. Daging yang baru disembelih umumnya memiliki tekstur yang sangat kaku, fenomena ini disebut sebagai rigor mortis.

Untuk mendapatkan tekstur yang empuk, daging perlu disimpan pada suhu dan kelembaban tertentu selama periode waktu tertentu.

Di RPH komersial, proses penyimpanan terdapat standar operasional.

Daging biasanya disimpan di dalam pendingin selama beberapa jam hingga beberapa hari sebelum dipasarkan.

Berbeda dengan daging kurban yang langsung dibagikan kepada masyarakat tanpa melalui proses penyimpanan memadai.

Inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa daging kurban terasa lebih alot.

Baca Juga: 5 Resep Olahan Daging Kurban Tanpa Santan: Sehat, Lezat, dan Mudah Dibuat!

Tips Mengatasi Daging Kurban Alot

Beberapa cara untuk mengatasi daging kurban agar tetap nikmat disantap:

1. Marinasi
Gunakan bahan-bahan seperti nanas atau air kelapa muda yang mengandung enzim proteolitik alami untuk memecah serat daging.

2. Teknik memasak
Pilih teknik memasak yang melibatkan panas lambat dan lembap, seperti direbus, dikukus atau dimasak dengan metode slow cooker untuk melunakkan daging.

3. Potongan daging
Potong daging arah melawan serat agar lebih mudah dikunyah.

Memahami alasan di balik daging kurban menjadi alot tidak hanya menambah wawasan kita, tetapi juga membantu mengolahnya dengan lebih baik.

Dengan penanganan tepat, daging kurban yang penuh berkah tetap bisa menjadi hidangan lezat bagi keluarga.

Baca Juga: Toko Daging Nusantara ke-15 Dibuka! PT SNJ Perluas Jangkauan Pasar

Laporan: Varadilla Oktavia/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK