Akurat

China Larang Ekspor Barang Dual-Use ke Jepang, Siapkan Hukuman Berat bagi Pelanggar

Fitra Iskandar | 6 Januari 2026, 17:45 WIB
China Larang Ekspor Barang Dual-Use ke Jepang, Siapkan Hukuman Berat bagi Pelanggar

AKURAT.CO Pemerintah China pada Selasa mengumumkan pelarangan ekspor barang dual-use ke Jepang, yakni produk yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil sekaligus militer. Kebijakan tersebut dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan hubungan Beijing dan Tokyo, terutama terkait isu Taiwan.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa seluruh ekspor barang dual-use kepada pengguna militer Jepang, serta pihak lain yang dinilai dapat meningkatkan kemampuan militer Jepang, kini dilarang. Aturan tersebut berlaku bagi seluruh individu dan organisasi tanpa pengecualian kewarganegaraan.

China menegaskan setiap pihak yang melanggar kebijakan dengan memindahkan atau menyediakan produk buatan China kepada individu atau kelompok di Jepang akan menghadapi konsekuensi hukum. Namun, otoritas China tidak merinci daftar barang yang termasuk dalam larangan tersebut.

Sejumlah analis menilai produk teknologi, seperti drone, sistem navigasi, dan perangkat berteknologi tinggi lainnya, berpotensi masuk dalam kategori barang dual-use karena dapat dimodifikasi untuk keperluan militer. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Jepang belum memberikan tanggapan resmi atas kebijakan tersebut.

Hubungan China dan Jepang memburuk sejak akhir tahun lalu, setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa militer Jepang dapat terlibat apabila China mengambil tindakan terhadap Taiwan. Taiwan merupakan wilayah yang diperintah sendiri namun diklaim China sebagai bagian dari kedaulatannya.

Ketegangan semakin meningkat pada Desember lalu ketika Jepang menuduh pesawat militer China mengunci radar ke arah jet tempur Jepang, meski berada pada jarak aman. Di saat bersamaan, Tokyo mempercepat langkah penguatan militernya, termasuk rencana melipatgandakan anggaran pertahanan tahunan, sebagai respons terhadap ancaman China yang dinilai terus meningkat.

Pekan lalu, China juga menggelar latihan militer berskala besar di sekitar Taiwan selama dua hari. Beijing menyebut latihan tersebut sebagai peringatan terhadap kekuatan separatis dan campur tangan pihak luar.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada kesempatan itu mengkritik Jepang dan kelompok pro-kemerdekaan Taiwan. Ia menuduh para pemimpin Jepang saat ini menantang kedaulatan teritorial China dan tatanan internasional pasca-Perang Dunia II.

Sementara itu, dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Beijing pada Senin, Presiden China Xi Jinping menyinggung sejarah rivalitas China dan Korea Selatan melawan Jepang. Xi menyerukan agar kedua negara bekerja sama menjaga hasil kemenangan Perang Dunia II serta stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Timur Laut.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.