Bagaimana Bisa Vietnam Merangsek ke Jajaran Tiga Besar Pemasok Makanan Laut Singapura?

AKURAT.CO Vietnam mencatat lonjakan signifikan dalam ekspor makanan laut ke Singapura selama dua tahun terakhir. Capaian ini mengantarkan Vietnam menjadi pemasok makanan laut terbesar ketiga bagi Singapura dalam sembilan bulan pertama 2025, memperkuat posisinya di salah satu pasar impor pangan paling strategis di Asia Tenggara.
Data Otoritas Akuntansi dan Regulasi Korporasi Singapura menunjukkan tren kenaikan peringkat Vietnam yang konsisten. Pada 2024, Vietnam naik dari posisi keenam ke kelima, kemudian menembus peringkat keempat pada kuartal I-2025, sebelum akhirnya bertengger di posisi tiga besar sepanjang Januari–September 2025.
Kinerja ini menegaskan semakin kuatnya peran produk makanan laut Vietnam di Singapura, seiring meningkatnya permintaan, kepercayaan pasar, serta pengakuan terhadap kualitas dan merek produk Vietnam.
Presiden Asosiasi Industri Makanan Laut Singapura, Kenneth Chia, menyebut hubungan dagang Vietnam–Singapura telah terjalin stabil selama lebih dari dua dekade. Banyak perusahaan Singapura menjadikan Vietnam sebagai sumber utama pasokan makanan laut, bahkan menempatkan staf langsung di Vietnam untuk menjamin kontinuitas dan kualitas pasokan.
“Konsumen Singapura menggunakan dan mempercayai produk Vietnam. Banyak perusahaan Vietnam telah memenuhi kebutuhan mereka dengan sangat baik,” ujar Chia, dikutip dari VNExpress, Senin (30/12).
Singapura sendiri memproduksi sangat sedikit hasil pertanian dan mengimpor sekitar 90 persen kebutuhan pangannya. Dengan pendapatan per kapita yang tinggi, negara kota ini memiliki permintaan kuat terhadap produk pangan berkualitas, aman, dan bernilai tambah. Populasinya yang kecil namun multikultural juga menjadikan Singapura sebagai pasar uji coba ideal sebelum ekspansi ke pasar global.
Keberhasilan Vietnam memanfaatkan peluang ini tidak terlepas dari optimalisasi perjanjian perdagangan bebas, kebijakan promosi ekspor yang agresif, serta koordinasi erat antara kementerian, pemerintah daerah, dan asosiasi industri. Peran Kantor Perdagangan Vietnam di Singapura juga dinilai krusial sebagai penghubung langsung antara produsen dan pembeli.
Penasihat Perdagangan Vietnam di Singapura, Cao Xuan Thang, menekankan bahwa Singapura merupakan pasar terbuka yang terus mendiversifikasi sumber pasokan demi menjaga ketahanan pangan. Ia mendorong eksportir Vietnam untuk memperkuat manajemen kualitas di seluruh rantai nilai, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga ketelusuran dan praktik berkelanjutan, serta mengadopsi teknologi modern.
Sementara itu, Kenneth Chia menilai Vietnam masih memiliki ruang untuk tumbuh dengan meningkatkan investasi riset dan pengembangan guna menciptakan produk makanan laut bernilai tambah, khususnya untuk sektor restoran dan layanan makanan di Singapura.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa







