Akurat

Pembicaraan Damai Pakistan–Afghanistan Kembali Buntu, Gencatan Senjata Sementara Tetap Dilanjutkan

Fitra Iskandar | 3 Desember 2025, 22:01 WIB
Pembicaraan Damai Pakistan–Afghanistan Kembali Buntu, Gencatan Senjata Sementara Tetap Dilanjutkan


AKURAT.CO Upaya terbaru untuk meredakan ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali menemui jalan buntu. Meski demikian, kedua negara sepakat mempertahankan gencatan senjata sementara yang telah berlangsung sejak Oktober, menurut sejumlah pejabat dari kedua belah pihak, Rabu (3/12).

Pertemuan yang digelar di Arab Saudi akhir pekan lalu itu menjadi bagian dari rangkaian diplomasi internasional yang sebelumnya juga dilakukan di Qatar dan Turki. Serangkaian dialog tersebut digelar setelah bentrokan mematikan terjadi di wilayah perbatasan pada Oktober lalu.

Gencatan senjata yang disepakati di Doha disebut relatif bertahan. Namun, upaya memperpanjang atau mengubahnya menjadi kesepakatan jangka panjang melalui pembicaraan lanjutan di Istanbul bulan lalu belum membuahkan hasil.

Delegasi Tingkat Tinggi Hadir dalam Pertemuan

Menurut tiga pejabat Afghanistan dan dua pejabat Pakistan yang berbicara kepada Reuters, pembicaraan terbaru tersebut diinisiasi Arab Saudi. Delegasi Pakistan terdiri dari perwakilan militer, dinas intelijen, serta pejabat kementerian luar negeri. Kedua negara sepakat melanjutkan gencatan senjata, meskipun belum mencapai solusi jangka panjang.

Inti ketegangan antara kedua negara bermula dari tuduhan Islamabad bahwa kelompok militan berbasis di Afghanistan melakukan serangkaian serangan, termasuk bom bunuh diri yang melibatkan warga Afghanistan di wilayah Pakistan. Kabul menolak tuduhan tersebut dan menegaskan tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas situasi keamanan di negara tetangganya.

Kabul Bantah Tuduhan Pakistan

Menteri Luar Negeri Afghanistan, Amir Khan Muttaqi, tidak mengonfirmasi lokasi pasti pembicaraan. Namun dalam pernyataannya di Kabul, ia secara tegas menolak klaim Pakistan bahwa wilayah Afghanistan digunakan sebagai basis militan anti-Pakistan.

Muttaqi menyatakan tuduhan Islamabad dianggap berubah-ubah dan tidak konsisten. Ia menegaskan bahwa pemerintahan Taliban tetap memilih jalur diplomasi untuk menyelesaikan perbedaan.

“Kami tetap ingin menyelesaikan persoalan ini melalui dialog dan pemahaman,” kata Muttaqi. “Kami berharap pihak Pakistan fokus menyelesaikan masalah internal mereka, dan menghargai langkah konstruktif yang telah dilakukan oleh Imarah Islam.”

Belum Ada Komentar Resmi

Pemerintah Pakistan, militer negara itu, maupun otoritas Arab Saudi belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pembicaraan.

Seorang pejabat Pakistan mengatakan bahwa keterlibatan militer, intelijen, dan Kementerian Luar Negeri mencerminkan keseriusan Islamabad dalam mencari solusi diplomatik.

Ketegangan Masih Tinggi

Bentrokan di perbatasan pada Oktober lalu tercatat sebagai yang paling mematikan sejak Taliban kembali memerintah Afghanistan pada 2021. Puluhan orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Pakistan tetap menuntut komitmen tertulis dari Kabul untuk mengambil tindakan terhadap kelompok militan anti-Pakistan. Namun Taliban bersikukuh bahwa tuntutan tersebut berada di luar kewenangan mereka dan tidak realistis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.