Akurat

Festival Perayaan Keagamaan di Jakarta Diharapkan Jadi Tradisi Budaya Tahunan

Okto Rizki Alpino | 14 Februari 2026, 19:55 WIB
Festival Perayaan Keagamaan di Jakarta Diharapkan Jadi Tradisi Budaya Tahunan

AKURAT.CO Perayaan Imlek 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Jumat (13/2/2026), berlangsung meriah. Berbagai atraksi budaya dalam rangkaian Jakarta Light Festival dan instalasi lampion digelar Pemerintah Provinsi Jakarta hingga 17 Februari 2026.

Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Hilda Kusuma Dewi mengatakan, perayaan Imlek tahun ini mencerminkan wajah keberagaman Jakarta yang kian kuat.

"Saya melihat tahun ini keberagaman Imlek di Pemprov DKI sangat bervariasi sekali, keberagaman yang sungguh luar biasa pada tahun ini," kata Hilda kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Pemprov Jakarta Diminta Beri Ruang Warga Setempat Berjualan di TOD LRT Manggarai

Menurut dia, rangkaian kegiatan itu berpotensi menjadi tradisi budaya tahunan yang melekat di tengah masyarakat Jakarta. Momentum ini bisa menjadi ruang kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026.

"Saya berharap keberagaman ini terus menjadi tradisi yang luar biasa di mana warga Jakarta ikut turut serta memeriahkan suasana Imlek yang sangat-sangat luar biasa," ujarnya.

Dia pun berharap agar Gubernur Jakarta, Pramono Anung, bisa mempertahankan perayaan Tahun Baru Imlek pada tahun-tahun mendatang. "Semoga tahun-tahun berikutnya acara ini tetap terus dipertahankan, kita semua selalu diberikan kesehatan, keberkahan, dan juga kebahagiaan," tegasnya.

Hilda optimis Tahun Kuda Api pada Tahun Baru Imlek 2026 ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tanah air, khususnya masyarakat Jakarta. "Dengan semangat Tahun Kuda Api, saya yakin pertumbuhan ekonomi masyarakat Jakarta bisa semakin menanjak dan penuh dengan semangat, makin maju makin berjaya," pungkasnya.

Baca Juga: Mudik Gratis 2026 Jakarta Resmi Dibuka: Daftar Online Mulai 22 Februari, Ini Syarat dan Jadwalnya

Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan festival Imlek 2026 menjadi komitmen Jakarta sebagai kota berdaya saing global yang inklusif dan terbuka bagi seluruh latar belakang agama serta budaya.

"Jakarta akan menjadi kota yang inklusif, kota global, kota bagi siapapun, bagi semua agama yang diakui pemerintah. Termasuk merayakan Imlek di Jakarta," kata Pramono.

Terlebih lagi, kontribusi budaya Tionghoa memiliki ikatan erat dengan perkembangan budaya Betawi. Akulturasi itu, kata Pramono, memperkaya identitas Jakarta sebagai kota yang penuh warna.

"Akulturasi yang terjadi di Jakarta ini sebagai salah satu contoh bahwa Jakarta ini memang kota yang penuh warna," tandasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.