Pemprov Jakarta Fokus Kembangkan TOD Blok M sebagai Magnet Baru Investor

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi Jakarta terus memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat investasi nasional melalui pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD).
Wakil Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jakarta, Muhammad Herizkianto, mengatakan, pembangunan TOD menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong pertumbuhan investasi berkelanjutan di Jakarta.
"TOD merupakan salah satu fokus kami. Saat ini kami bekerja sama dengan berbagai SKPD seperti Dinas Citata, Bappeda dan juga BUMD seperti MRT Jakarta," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).
Baca Juga: Relokasi Pedagang ke Blok M Hub, Pramono Jamin Beri Fasilitas Terbaik
Menurut Herizkianto, kawasan Blok M kini tengah dikembangkan menjadi kawasan integrasi besar yang menggabungkan berbagai fungsi mulai dari infrastruktur, ruang publik, hingga potensi wisata perkotaan.
Pemprov Jakarta tengah menghitung potensi nilai investasi di kawasan tersebut. Termasuk return of investment (ROI) dan break-even point untuk memastikan daya tarik bagi calon investor.
"Kami ingin memastikan bahwa TOD bukan sekadar gimmick, tetapi benar-benar bisa direalisasikan. Investor harus melihat bahwa proyek ini memiliki nilai ekonomi yang kuat dan terukur," jelasnya.
Baca Juga: Pedagang di Plaza 2 Blok M Harap Ada Solusi Jangka Panjang dari Polemik Harga Sewa Kios
Selain Blok M, Pemprov Jakarta juga akan memetakan potensi TOD di koridor Sudirman-Thamrin serta sepanjang jalur pengembangan MRT East-West yang mencakup wilayah Grogol hingga Tomang.
Namun demikian, pengembangan investasi akan difokuskan pada kawasan yang masih memiliki ruang gerak pembangunan.
"Kami realistis. Kawasan yang sudah padat tentu lebih sulit digerakkan secara investasi. Karena itu, fokus kami adalah pada area yang masih potensial dan bisa dikembangkan," ujar Herizkianto.
Baca Juga: Pramono Anung Beri Keringanan Pedagang di Blok M, Gratiskan Sewa Kios Dua Bulan
Untuk proyek Cincin Donat yang juga masuk dalam katalog investasi Jakarta, saat ini masih dalam tahap kajian yang dikoordinasikan oleh PT TransJakarta.
"Kami menunggu hasil studi kelayakan (feasibility study/FS) dari TransJakarta. Setelah itu, kami akan menggabungkan potensi investasinya agar dapat ditawarkan secara optimal kepada investor," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









