Kerap Bikin Macet, Petugas Gabungan Tertibkan Parkir Liar di Sekitar Blok G Tanah Abang

AKURAT.CO Petugas gabungan dari unsur Suku Dinas Perhubungan Jakarta Pusat, Polri, dan TNI, menertibkan parkir liar di kawasan Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebanyak 21 personel dikerahkan, untuk menghalau kendaraan yang parkir sembarangan di badan jalan. Mereka memasang traffic cone di area yang kerap digunakan juru parkir liar sebagai lokasi parkir dadakan.
"Petugas mengedepankan tindakan persuasif berupa imbauan kepada pengunjung yang hendak berbelanja agar memarkirkan kendaraannya di dalam gedung perbelanjaan," ujar Plh Kasatpel Perhubungan Kecamatan Tanah Abang, Firdaus, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga: Pansus Ingin Parkir Liar Segera Ditertibkan, Atasi Macet Jakarta dan Genjot Pendapatan Daerah
Firdaus menambahkan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menemukan enam sepeda motor yang diparkir di atas trotoar. Keberadaan kendaraan itu dinilai mengganggu aktivitas pejalan kaki.
Keenam motor langsung diangkut ke kantor Sudin Perhubungan Jakarta Pusat. Meski begitu, pemilik kendaraan tidak dikenakan sanksi tilang.
"Kami hanya memberikan imbauan dan meminta mereka membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa," tegasnya.
Penertiban parkir liar ini merupakan langkah nyata Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan yang kerap ditimbulkan. Selain itu, penertiban ini juga berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD) sektor parkir.
Sebelumnya, politisi Partai NasDem, Jupiter juga menyoroti rendahnya pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor parkir. Menurutnya, Jakarta memiliki potensi besar yang belum tergarap maksimal.
Baca Juga: Semrawut Trotoar dan Bahu Jalan, DPRD Jakarta Bentuk Pansus Parkir Liar
"Pendapatan parkir saat ini masih jauh dari harapan. Padahal, Jakarta wilayahnya luas, penduduknya banyak, dan jumlah kendaraan juga tinggi," tegasnya.
Jupiter berharap, melalui pembahasan raperda ini, Pemprov DKI dapat memiliki payung hukum yang kuat dalam pengelolaan parkir sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dari sektor tersebut.
"Kami melihat ada kebocoran dalam sistem yang berjalan saat ini. Melalui pansus ini, kami ingin PAD dari sektor parkir bisa ditingkatkan secara signifikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









