Akurat

SEA Games: Drama Lima Set Menegangkan, Timnas Voli Putra Indonesia Gagal Pertahankan Emas

Hervin Saputra | 20 Desember 2025, 01:20 WIB
SEA Games: Drama Lima Set Menegangkan, Timnas Voli Putra Indonesia Gagal Pertahankan Emas
 
AKURAT.CO, Timnas Voli Indonesia Putra harus puas meraih medali perak SEA Games Thailand 2025 setelah takluk tipis dari tuan rumah Thailand dengan skor 2-3.
 
Timnas Voli Indonesia Putra kalah 20-25, 25-16, 23-25, 25-23, dan 12-15 pada partai final SEA Games Thailand yang berlangsung di Hua Mak Indoor Stadium, Bangkok, Jumat (19/12).
 
Hasil ini membuat tim voli putra Merah Putih gagal mempertahankan dominasinya di Asia Tenggara setelah pada tiga edisi sebelumnya, 2023, 2021, dan 2019 selalu mampu keluar sebagai juara.
 
 
Laga final berjalan dramatis dan sarat tensi sejak awal. Indonesia sempat tertinggal pada set pertama. Meski beberapa kali menyamakan kedudukan, Thailand mampu menjaga momentum hingga menutup set pembuka dengan kemenangan 25-20.
 
Memasuki set kedua, Indonesia tampil jauh lebih dominan. Rivan Nurmulki dan kolega langsung memimpin jauh 9-1, bahkan memperlebar jarak hingga 15-4.
 
Permainan agresif dan solid membuat Indonesia mengontrol jalannya laga dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 usai menang 25-16.
 
Pada set ketiga, Thailand kembali mengambil inisiatif serangan. Indonesia terus membayangi perolehan poin tuan rumah, namun Thailand mampu menjaga keunggulan tipis hingga mengunci set ketiga dengan skor 25-23.
 
Indonesia merespons pada set keempat dengan permainan agresif sejak awal. Sempat unggul 9-6, Thailand perlahan menyamakan skor menjadi 11-11.
 
 
Rivan kembali menjadi tumpuan dengan torehan poin beruntun yang membawa Indonesia memimpin 16-14.
 
Smash keras Rivan yang gagal diantisipasi pemain Thailand akhirnya memastikan kemenangan Indonesia 25-23, sekaligus memaksa laga berlanjut ke set penentuan.
 
Set kelima berlangsung sengit. Kedua tim saling kejar poin sebelum Thailand unggul 6-4 dan menjaga keunggulan hingga akhir.
 
Dukungan penuh publik tuan rumah menjadi faktor krusial sebelum Thailand memastikan medali emas lewat kemenangan 15-12. Sementara Indonesia harus puas di posisi kedua.
 
Pelatih Timnas Voli Indonesia Putra, Erwin Rusni, mengakui kekecewaan atas hasil tersebut. Namun tetap mensyukuri raihan medali perak.
 
"Sebenarnya ya kecewa juga, karena jujur kita sebenarnya bisa mempertahankan emas. Tapi memang cukup berat, tapi tetap kita terima. Alhamdulillah masih bisa dapat perak,” ujar Erwin.
 
Erwin menilai faktor tuan rumah turut memengaruhi jalannya pertandingan final yang selalu berjalan ketat.
 
"Yang membedakan mungkin karena (Thailand) tuan rumah. Kita seperti lawan dua, pemain dan penonton. Mungkin sedikit kurang fokus," ucapnya.
 
Ia juga menyinggung persiapan tim yang relatif singkat jelang SEA Games 2025, termasuk perubahan kondisi cuaca setelah menjalani pemusatan latihan di China.
 
"Persiapan memang cukup mepet. Dari cuaca dingin di China lalu berubah saat di sini. Tapi alhamdulillah anak-anak tetap sehat, walaupun hasilnya belum rezeki," katanya.
 
Ke depan, Erwin menegaskan pentingnya regenerasi pemain sebagai evaluasi utama tim nasional. Saat ini di Timnas Voli Indonesia Putra, tim masih sangat mengandalkan pemain senior seperti Rivan Nurmulki
 
"Saat ini memang pengganti Rivan belum ada. Kesenioritasan masih sangat bergantung ke Rivan, sementara tim lain sudah mulai regenerasi. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik," katanya.
 
Hasil ini mengakhiri dominasi Indonesia di tiga edisi final sebelumnya, sekaligus menegaskan ketatnya persaingan voli putra Asia Tenggara di SEA Games Thailand 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H