Akurat

'Terima Kasih Eko Yuli, Terima Kasih True Olympian dari Indonesia!'

Leo Farhan | 8 Agustus 2024, 19:45 WIB
'Terima Kasih Eko Yuli, Terima Kasih True Olympian dari Indonesia!'

AKURAT.CO, Eko Yuli Irawan gagal mendapatkan medali saat tampil pada Olimpiade terakhirnya di Paris 2024. Kegagalan di Olimpiade Paris adalah yang pertama setelah tak pernah absen menyumbang medali di empat Olimpiade sebelumnya.

Walau belum mampu menyumbangkan medali di olimpiade kelimanya di Olimpiade Paris, Eko Yuli Irawan tetap dianggap sebagai pahlawan olahraga bagi Indonesia.

Tampil di kelas 61 kilogram Olimpiade Paris di Paris, Prancis, Rabu (8/8), Eko Yuli Irawan berhasil mencatatkan angkatan snatch 135 kilogram. Namun, dia gagal dalam tiga kesempatan angkatan clean and jerk 162 kilogram dan 165 kilogram.

Baca Juga: Olimpiade Paris: Sudah Maksimal, Eko Yuli Irawan Harus Puas Tanpa Medali di Penampilan Kelimanya

Bahkan, di percobaan ketiga lifter berusia 35 tahun itu sempat terjatuh setelah gagal melakukan angkatan akibat cedera baru yang dideritanya pada bagian paha samping kanannya.

"Eko itu pahlawan kita semua, karena Eko betul-betul memberikan inspirasi dan memberikan warna yang luar biasa terhadap dunia angkat besi, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di dunia, dia true olympian," kata Ketua Umum NOC, Raja Sapta Oktohari, di Paris, Kamis (8/8).

"Apapun ceritanya, sebuah pelajaran berharga yang kita ambil. Terima kasih Eko Yuli, terima kasih true olympian dari Indonesia."

Sementara itu, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Anindya Bakrie, melihat Eko sudah menampilkan versi terbaik dari kemampuan di usianya yang sudah tidak muda lagi.

Baca Juga: Eko Yuli: Saya Tampil tidak dalam Kondisi 100 Persen, Cedera Kaki Saya Belum Sembuh Tuntas

Pria yang karib disapa Anin itu meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa mendoakan Eko bisa segera pulih dari cedera yang dialaminya.

"Saat pemanasan jelang clean and jerk, dia mulai berasa kambuhnya yang di paha, sehingga yang angkatannya 165 diturunin ke 162 sudah bisa ngangkat, ternyata dia bilang slip, licin," jelas Anin.

"Sesudah itu, dia mencoba untuk mengangkat berikutnya lagi, karena sudah cedera, sudah painful. Tadi dia juga menyampaikan kalau ini akan jadi olimpiade terakhirnya."

Eko merupakan olimpian dengan empat medali dari empat edisi olimpiade berbeda. Pada debutnya di Olimpiade Beijing 2008, lifter asal Lampung itu meraih medali perunggu.

Setelahnya, di Olimpiade London 2012, Eko kembali meraih perunggu. Untuk kali ketiga tampil di Rio de Janeiro 2016 Eko berhasil meraih perak dan mengulang capaiannya di Tokyo 2020.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H