3 Pembagian Bulan Ramadhan Menurut Ulama, 10 Hari Pertama Disebut Rahmat

AKURAT.CO Bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh keberkahan dan ampunan. Dalam tradisi keilmuan Islam, sebagian ulama membagi Ramadhan menjadi tiga fase utama, masing-masing berlangsung selama sepuluh hari.
Pembagian ini sering dikutip dalam ceramah dan kajian keislaman, yakni 10 hari pertama sebagai fase rahmat, 10 hari kedua sebagai fase ampunan (maghfirah), dan 10 hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka.
Pembagian tersebut merujuk pada sebuah riwayat yang cukup populer di tengah masyarakat. Meski para ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad hadis tersebut, makna yang terkandung di dalamnya dinilai sejalan dengan semangat Ramadhan sebagai bulan kasih sayang dan pengampunan.
1. Sepuluh Hari Pertama: Fase Rahmat
Sepuluh hari pertama Ramadhan sering disebut sebagai fase turunnya rahmat Allah SWT. Pada fase ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, memperbaiki niat, serta memulai Ramadhan dengan penuh kesungguhan. Rahmat dapat dimaknai sebagai kasih sayang Allah yang meliputi segala aspek kehidupan, baik spiritual maupun sosial.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Biasanya Terjadi Kapan? Cek Perkiraannya di Sini!
Momentum awal Ramadhan menjadi titik start memperbaiki diri. Umat Islam mulai menata kembali rutinitas ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kualitas salat. Suasana masjid biasanya lebih ramai, dan semangat berbagi mulai tumbuh di tengah masyarakat.
2. Sepuluh Hari Kedua: Fase Maghfirah (Ampunan)
Memasuki sepuluh hari kedua, umat Islam diingatkan untuk lebih fokus memohon ampun atas dosa-dosa yang telah lalu. Fase ini disebut sebagai fase maghfirah atau pengampunan. Setelah meraih rahmat di awal Ramadhan, seorang Muslim diharapkan semakin sadar akan kekurangan diri dan memperbanyak istighfar.
Pada fase ini, introspeksi diri menjadi kunci. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan sia-sia, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak. Ampunan Allah SWT menjadi harapan utama setiap hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya.
3. Sepuluh Hari Terakhir: Pembebasan dari Api Neraka
Sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri. Fase ini sering disebut sebagai pembebasan dari api neraka. Pada masa inilah umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, termasuk menghidupkan malam dengan salat, doa, dan zikir.
Di sepuluh hari terakhir pula terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, Rasulullah SAW dicontohkan memperbanyak ibadah pada periode ini dan membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.
Secara substansi, pembagian tiga fase ini mengajarkan proses spiritual yang bertahap: dimulai dari mendapatkan rahmat, kemudian meraih ampunan, hingga akhirnya memperoleh keselamatan.
Meski pembagian ini tidak membatasi turunnya rahmat atau ampunan hanya pada hari tertentu, ia menjadi motivasi agar umat Islam terus meningkatkan kualitas ibadah dari hari ke hari.
Ramadhan sejatinya adalah satu kesatuan bulan penuh keberkahan. Namun, dengan memahami tiga fase ini, umat Islam dapat melakukan evaluasi berkala terhadap ibadahnya.
Apakah sepuluh hari pertama sudah dimanfaatkan dengan baik? Apakah permohonan ampun semakin sering dipanjatkan? Apakah sepuluh hari terakhir disambut dengan kesungguhan?
Dengan semangat tersebut, diharapkan Ramadhan tidak berlalu begitu saja tanpa perubahan berarti dalam diri setiap Muslim.
Baca Juga: Berapa Lama Puasa Ramadhan 2025 Berlangsung? Cek Perhitungannya di Sini!
QnA Seputar Pembagian Ramadhan
1. Apa saja tiga pembagian Ramadhan menurut ulama?
Rahmat (10 hari pertama), maghfirah (10 hari kedua), dan pembebasan dari api neraka (10 hari terakhir).
2. Apakah pembagian ini memiliki dasar hadis?
Ada riwayat yang menyebutkan hal tersebut, meski para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan sanadnya.
3. Apa fokus ibadah di 10 hari pertama?
Memperbanyak amal dan menyambut Ramadhan dengan semangat untuk meraih rahmat Allah.
4. Apa yang dianjurkan di 10 hari kedua?
Memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas dosa-dosa.
5. Mengapa 10 hari terakhir sangat istimewa?
Karena menjadi waktu pembebasan dari api neraka dan terdapat malam Lailatul Qadar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






