Akurat

Ini Pidato Delapan Menit Trump setelah Meluncurkan Serangan Militer ke Iran

Fitra Iskandar | 28 Februari 2026, 16:25 WIB
Ini Pidato Delapan Menit Trump setelah Meluncurkan Serangan Militer ke Iran
Presiden AS Donald Trump berpidato setelah peluncuran serangan ke Iran, Sabtu (28/2). Foto: ABC

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran dalam pidato nasional yang disampaikan tak lama setelah serangan diluncurkan.

Dalam pidato berdurasi sekitar delapan menit itu, Trump menyatakan militer AS telah memulai operasi tempur besar di Iran dengan tujuan menghilangkan ancaman yang dianggap segera dari rezim Teheran.

“Beberapa saat lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar di Iran,” kata Trump. “Tujuan kami adalah membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman yang segera dari rezim Iran.”

Tuduh Iran Ancam AS dan Sekutunya

Trump menyebut pemerintah Iran sebagai “rezim yang kejam” dan menuduhnya selama 47 tahun meneriakkan “death to America” serta melakukan kampanye kekerasan terhadap kepentingan AS.

Ia menyinggung sejumlah insiden, mulai dari penyanderaan staf Kedutaan Besar AS di Teheran selama 444 hari, pemboman barak Marinir AS di Beirut pada 1983 yang menewaskan 241 personel militer, hingga serangan terhadap USS Cole dan korban pasukan AS di Irak.

“Iran adalah sponsor teror nomor satu di dunia,” ujarnya. “Kami tidak akan mentolerirnya lagi.”

Trump juga menuding Iran berada di balik dukungan terhadap kelompok-kelompok militan di Lebanon, Yaman, Suriah, dan Irak, serta menyalahkan Teheran atas serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober yang menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk warga Amerika.

Target: Hancurkan Program Nuklir dan Rudal

Trump menegaskan kebijakan pemerintahannya tidak akan pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.

“Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Saya ulangi, tidak akan pernah,” katanya.

Ia merujuk pada operasi militer sebelumnya yang disebutnya sebagai “Operation Midnight Hammer” pada Juni lalu, yang menurutnya telah “menghancurkan” fasilitas nuklir Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.

Trump menuding Iran mencoba membangun kembali program nuklirnya dan mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mengancam Eropa hingga daratan Amerika Serikat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.