Strategi Restock Cerdas Hadapi Lonjakan Belanja saat Libur Sekolah

AKURAT.CO Menjelang masa liburan sekolah, aktivitas konsumsi masyarakat Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Salah satu platform e-commerce nasional mencatat lonjakan trafik dan pembelian hingga 233% untuk produk-produk terkait perjalanan dan liburan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hal ini mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat, khususnya keluarga, dalam menyambut musim liburan pertengahan tahun.
Dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (10/6/2025), kondisi ini juga dirasakan oleh para pengelola pusat perbelanjaan. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyebutkan bahwa masa liburan sekolah selalu membawa dampak positif terhadap tingkat kunjungan ke mal.
Baca Juga: Pembukaan Mal Tak Meringankan, APPBI: Dapat Dipastikan Usaha Pusat Perbelanjaan Kembali Terpuruk
Anak-anak dan keluarga menjadikan pusat perbelanjaan sebagai tujuan rekreasi, di mana mereka bisa menikmati berbagai aktivitas dan hiburan yang ditawarkan.
Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada pertumbuhan penjualan di berbagai sektor, terutama produk kebutuhan liburan seperti pakaian, perlengkapan traveling, dan produk makanan. Namun, lonjakan permintaan ini juga membawa tantangan bagi pelaku usaha, khususnya dalam menjaga ketersediaan stok agar tidak kehabisan barang di tengah lonjakan pembelian.
Menjawab tantangan tersebut, perusahaan logistik Ninja Xpress menghadirkan solusi melalui layanan Ninja B2BR. Salah satu fitur andalannya, Polygon Routing, dirancang untuk mempercepat proses restocking dan distribusi ke berbagai titik tujuan.
Dengan sistem ini, pelaku usaha dapat mengantisipasi lonjakan permintaan dengan pengiriman ulang stok secara cepat dan efisien.
Agar proses restocking berjalan optimal, Ninja Xpress juga membagikan enam strategi yang dapat diterapkan pelaku usaha. Strategi pertama adalah menganalisis data penjualan untuk memprediksi pola permintaan.
Dengan memanfaatkan data historis dan sistem pelacakan inventori berbasis teknologi, pelaku bisnis bisa mengetahui kapan dan seberapa banyak stok yang dibutuhkan.
Strategi kedua menekankan pentingnya komunikasi yang baik dengan pemasok. Koordinasi yang lancar memungkinkan pelaku usaha merespons perubahan permintaan dengan cepat, sekaligus memastikan pasokan tetap stabil di saat kritis. Kolaborasi dengan pemasok lokal juga disarankan agar distribusi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga: Amazing Farm Gandeng Ninja Express Dorong Gaya Hidup Sehat
Selanjutnya, sistem Just-in-Time (JIT) dapat diterapkan untuk meminimalkan biaya penyimpanan. Dengan JIT, stok hanya dipesan ketika dibutuhkan.
Meski begitu, pelaku usaha tetap disarankan menyediakan cadangan stok untuk mengantisipasi lonjakan permintaan mendadak selama masa liburan.
Strategi keempat berkaitan dengan pengelolaan gudang. Menempatkan produk unggulan di lokasi yang mudah dijangkau, serta memilih titik fulfillment yang dekat dengan konsumen, akan mempercepat pengiriman dan mengurangi biaya logistik.
Penggunaan Warehouse Management System (WMS) terintegrasi juga membantu memantau stok secara real-time.
Sementara itu, strategi kelima menyoroti pentingnya memperhitungkan lead time atau waktu tunggu untuk restock. Produk-produk favorit harus memiliki lead time yang singkat agar pasokan tidak terganggu. Kemitraan dengan penyedia logistik seperti Ninja Xpress, yang memiliki jaringan luas dan layanan cepat, menjadi solusi strategis dalam situasi ini.
Akhirnya, pelaku usaha disarankan untuk memberikan pembaruan otomatis kepada pelanggan terkait ketersediaan stok. Notifikasi tentang status restock dapat menjaga loyalitas pelanggan, mencegah mereka beralih ke kompetitor, dan membangun kepercayaan terhadap merek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










