Creative Space KAI Hidupkan Stasiun Jadi Pusat UMKM dan Wisata Keluarga

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Rumah BUMN resmi menghadirkan program Creative Space KAI x Rumah BUMN di tiga stasiun utama selama periode libur sekolah, yakni mulai 4 hingga 18 Juli 2025.
Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus memperkaya pengalaman pelanggan saat bepergian menggunakan moda transportasi kereta api.
“Inisiatif ini menjadi bentuk nyata kepedulian KAI terhadap ekonomi kerakyatan, serta upaya memperkaya pengalaman pelanggan selama bepergian dengan kereta api,” ujar Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).
Program Creative Space ini dilaksanakan di Stasiun Purwokerto, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Solo Balapan. Masing-masing stasiun menghadirkan pelaku UMKM terkurasi dan binaan KAI serta Rumah BUMN, yang telah siap bersaing secara komersial maupun kualitas.
Total terdapat 63 UMKM yang terlibat aktif, terdiri atas, 26 UMKM di Stasiun Purwokerto, 21 UMKM di Stasiun Pekalongan, 16 UMKM di Stasiun Solo Balapan.
Produk yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari camilan khas daerah, kerajinan tangan, hingga fesyen lokal, yang semuanya ditawarkan langsung kepada para pelanggan KAI dari berbagai daerah.
Menurut Agus, kehadiran Creative Space merupakan bagian dari transformasi stasiun sebagai ruang publik yang lebih dari sekadar tempat naik dan turun penumpang.
“Melalui Creative Space, kami ingin menunjukkan bahwa stasiun bisa menjadi titik singgah yang menyenangkan dan penuh nilai tambah,” ungkapnya.
Agus menambahkan, stasiun kini harus mampu menjadi tempat interaksi sosial dan ekonomi yang dinamis. Apalagi selama Semester I 2025, KAI telah melayani lebih dari 27,4 juta pelanggan KA Jarak Jauh dan KA Lokal mengalami pertumbuhan sekitar 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Lonjakan mobilitas inilah yang dimanfaatkan untuk membuka peluang pasar baru bagi pelaku UMKM lokal,” jelasnya.
Baca Juga: KAI Bandara Layani 78 Ribu Penumpang saat Libur Idul Adha 2025
Program Creative Space mengusung konsep pop-up market UMKM yang tersentralisasi, dengan berbagai aktivitas menarik untuk seluruh anggota keluarga. Kegiatan dalam program ini meliputi Workshop edukatif, Festival permainan keluarga, Panggung musik lokal, Test food produk unggulan, Kunjungan selebgram, Talk show inspiratif.
Semua elemen itu dirancang untuk memperkuat interaksi antara pelaku UMKM dan pelanggan KAI, memperluas jangkauan promosi produk lokal, serta menambah daya tarik stasiun sebagai destinasi wisata baru yang inklusif.
Agus menjelaskan, Creative Space tidak hanya dimaksudkan untuk menjual produk, tetapi juga sebagai ajang membangun koneksi sosial dan ekonomi antara BUMN, pelanggan, dan UMKM.
“Stasiun UMKM bukan hanya soal berjualan, tapi tentang membangun koneksi sosial dan ekonomi antara KAI, pelanggan, dan UMKM. Ini adalah bentuk sinergi nyata BUMN untuk Indonesia,” tegasnya.
Dirinya juga menggarisbawahi bahwa keberadaan UMKM di lingkungan stasiun mampu menciptakan atmosfer yang lebih hidup dan hangat, serta memperkuat loyalitas pelanggan.
Program Creative Space ini selaras dengan Asta Cita Presiden RI dan program UMKM Naik Kelas yang digagas oleh Kementerian BUMN. Kedua program tersebut menekankan pentingnya kehadiran BUMN dalam menciptakan nilai tambah sosial dan ekonomi secara langsung di tengah masyarakat.
“Ini juga merupakan dukungan konkret KAI terhadap Asta Cita dan program UMKM Naik Kelas dari Kementerian BUMN,” ujar Agus.
Melalui kegiatan ini, KAI berharap bisa terus memfasilitasi ruang promosi dan pemasaran bagi UMKM, serta memberikan pengalaman yang lebih humanis kepada pelanggan. KAI juga berkomitmen untuk menjadikan stasiun sebagai pusat aktivitas ekonomi dan budaya yang terintegrasi.
Dengan program seperti Creative Space, KAI menunjukkan bahwa moda transportasi publik tidak hanya menjadi sarana perpindahan fisik, tetapi juga medium pemberdayaan ekonomi lokal.
Agus menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa keberlanjutan program serupa di masa depan akan berdampak signifikan terhadap penguatan ekosistem UMKM serta pertumbuhan inklusif ekonomi kerakyatan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







