AKURAT.CO Jamu, minuman herbal tradisional Indonesia, tidak hanya menyimpan filosofi hidup sehat yang selaras dengan alam, tetapi kini juga menjadi motor penggerak ekonomi melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Peringatan Hari Jamu Nasional setiap 27 Mei menjadi momen penting untuk tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong inovasi dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Sejak diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, jamu semakin mendapat tempat dalam gaya hidup modern. Salah satu pelaku UMKM yang mengambil peran strategis dalam mengembangkan industri jamu adalah Digi Herba Nusantara.
Dengan pendekatan ilmiah dan teknologi terkini, Digi Herba menyulap racikan jamu tradisional menjadi produk herbal modern dalam bentuk serbuk instan, kapsul, hingga minuman siap konsumsi.
“Bagi kami, Hari Jamu Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menghargai dan melestarikan warisan budaya bangsa. Inovasi produk kami menunjukkan bahwa tradisi dapat berpadu dengan teknologi modern tanpa kehilangan khasiat alami,” ujar perwakilan Digi Herba Nusantara, Aghnia dalam Konferensi Pers yang dilakukan di Jakarta, Selasa (27/5/2025).
Dengan dukungan Ninja Xpress sebagai mitra logistik, Digi Herba Nusantara memastikan distribusi produknya menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Layanan Ninja Cold milik Ninja Xpress memungkinkan produk jamu cair tetap terjaga mutunya melalui pengiriman dengan rantai dingin bersuhu −18°C hingga −5°C.
Ini penting untuk menjaga kandungan aktif seperti enzim, antioksidan, dan vitamin tetap stabil hingga ke tangan konsumen.
“Melalui layanan logistik seperti Ninja Regular dan Ninja Cold, kami ingin memastikan produk herbal sampai ke tangan konsumen dengan aman, cepat, dan dalam kondisi terbaik,” ujar Chief Marketing Officer Ninja Xpress, Andi Djoewarsa.
Digi Herba Nusantara juga aktif memberdayakan petani lokal sebagai pemasok bahan baku herbal seperti kunyit, jahe, dan madu. Hal ini menciptakan efek berganda dalam perekonomian, di mana pelestarian budaya turut mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
Produk-produk unggulan seperti Cuka Kurma, Ginela, dan Urra kini hadir sebagai solusi kesehatan masa kini, dari pengaturan gula darah hingga pengganti susu bagi anak intoleran laktosa.
Keberadaan jamu sebagai superfood alami semakin diperkuat oleh kandungan bahan seperti Kurma sebagai sumber energi cepat dan kaya serat. Lalu Madu untuk meningkatkan daya tahan dan bersifat antibakteri.
Ada Kunyit untuk meredam nyeri sendi dan mendukung detoksifikasi. Terakhir Jahe untuk mempercepat metabolisme dan memperbaiki sirkulasi.
Transformasi jamu ke dalam format modern tidak hanya memperluas pasar, tetapi juga memperkuat posisi UMKM dalam ekosistem ekonomi kesehatan nasional.
Di tengah tren back to nature, pelaku UMKM seperti Digi Herba Nusantara menjadi bukti bahwa inovasi berbasis tradisi dapat menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi








