Akurat

7 Tindakan Manipulator Ketika Anda Sudah Tidak Peduli, Menurut Psikolog

Tim Redaksi | 11 Desember 2024, 18:45 WIB
7 Tindakan Manipulator Ketika Anda Sudah Tidak Peduli, Menurut Psikolog

AKURAT.CO Manipulasi bukanlah soal pilihan, melainkan tentang kontrol. Ini adalah usaha seseorang untuk mengarahkan Anda ke hasil yang mereka inginkan dengan menyembunyikan niat sebenarnya.

Namun, apa yang terjadi ketika Anda berhenti memainkan permainan mereka? Ketika Anda sudah berhenti untuk bersikap peduli?

Baca Juga: Setuju Istilah Manipulator Agama, TIDI: Semua Pihak Harus Konsisten Lawanan Radikalisme sebagai Kenyataan Politik

Menurut psikolog, perilaku manipulator bisa berubah drastis ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak lagi memiliki kendali atas diri Anda. Melansir dari situs Global English Editing pada Rabu (11/12/2024), berikut ini adalah tujuh tanda yang menunjukkan perubahan tersebut mulai terjadi.

1. Mereka Meningkatkan Upaya Manipulasi

Manipulator hidup dari kekuasaan dan kontrol. Ketika Anda berhenti terlibat dalam permainan mereka, mereka merasa kehilangan kontrol.

Untuk mendapatkan kendali lagi, mereka mungkin akan menggandakan taktik manipulatif mereka. Anda mungkin akan melihat peningkatan dalam perilaku menipu mereka atau upaya persuasi yang lebih intens.

Ini adalah reaksi umum ketika seorang manipulator merasa pengaruhnya mulai hilang. Mereka percaya bahwa dengan meningkatkan upaya mereka, mereka bisa menarik Anda kembali ke dalam dinamika hubungan manipulatif.

Namun, Anda memiliki kekuatan untuk menahan upaya-upaya yang semakin intens ini. Tetap tegas dalam keputusan Anda dan jangan biarkan upaya manipulator mempengaruhi Anda.

Mengetahui tanda ini dapat membantu Anda mempersiapkan diri menghadapi apa yang akan dilakukan manipulator selanjutnya, dan memungkinkan Anda untuk tetap mandiri secara emosional.

2. Mereka Memainkan Peran Sebagai Korban

Strategi manipulasi klasik adalah dengan memainkan peran sebagai korban.

Seorang manipulator seringkali menggambarkan dirinya sebagai korban setiap kali mereka merasa kendali mereka hilang. Mereka akan menciptakan narasi di mana mereka selalu dirugikan, dan semua orang lain yang disalahkan.

Tiba-tiba, Anda dikatakan telah menyakiti mereka dengan cara yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Mereka akan menyebutkan berbagai kesalahan yang mereka anggap telah dilakukan, yang dimaksudkan untuk membuat Anda merasa bersalah dan meragukan keputusan untuk menjauh.

Taktik ini sering digunakan oleh manipulator untuk memicu rasa simpati dan rasa bersalah, sehingga mereka bisa mengembalikan pengaruh dan kendali mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang bertanggung jawab atas perasaan dan reaksi mereka sendiri. Jangan biarkan narasi korban mereka menarik Anda kembali ke dalam dinamika manipulatif.

3. Mereka Mencoba Membuat Anda Cemburu

Manipulator seringkali menggunakan cemburu sebagai taktik pengendalian. Ketika mereka merasa Anda mulai menjauh, mereka mungkin mulai memperlihatkan hubungan atau pencapaian mereka yang lain untuk memicu rasa cemburu dan menarik Anda kembali.

Taktik ini mengacu pada insting primal kita. Menurut psikologi evolusioner, perasaan cemburu pada awalnya adalah mekanisme untuk mengamankan sumber daya dan pasangan, menjadikan kita lebih kompetitif dan waspada.

Dalam hubungan manipulatif, perasaan ini dipicu untuk membuat Anda merasa kehilangan sesuatu yang berharga. Manipulator berharap ini akan membuat Anda bersaing lagi untuk mendapatkan perhatian dan validasi mereka.

Namun, penting untuk diingat bahwa upaya mereka untuk memicu kecemburuan hanyalah taktik kontrol lainnya. Anda sebenarnya tidak kehilangan apa pun yang berharga justru, Anda sedang mendapatkan kebebasan dari manipulasi mereka.

4. Mereka Memberikan Perlakuan Diam (silent treatment)

Ketika manipulator menyadari bahwa Anda sudah tidak peduli, mereka mungkin akan menggunakan perlakuan diam sebagai bentuk hukuman.

Perlakuan diam adalah taktik pasif-agresif di mana manipulator sepenuhnya mengabaikan Anda, menolak untuk mengakui keberadaan Anda atau berkomunikasi dengan Anda. Tujuan dari taktik ini adalah untuk membuat Anda merasa bersalah, cemas, dan tidak berdaya.

Psikolog mengatakan bahwa ini adalah alat umum dalam perangkat manipulator. Tujuannya adalah untuk membuat Anda menginginkan perhatian dan persetujuan mereka lagi, sehingga menarik Anda kembali ke dalam siklus manipulasi.

Penting untuk mengenali taktik ini sebagai apa adanya: taktik manipulatif. Jangan biarkan kesunyian mereka membuat Anda meragukan keputusan Anda atau meragukan harga diri Anda. Anda pantas mendapatkan komunikasi yang terbuka dan penuh rasa hormat, bukan kesunyian yang menghukum.

5. Mereka Membuat Anda Meragukan Ingatan Anda

Manipulator seringkali mahir dalam mengubah sejarah, sehingga membuat Anda meragukan ingatan Anda sendiri.

Pengalaman menunjukkan bahwa seorang manipulator dapat memutarbalikkan kejadian-kejadian di masa lalu, sehingga seseorang mulai meragukan ingatannya.

Mereka akan bersikeras bahwa kejadian-kejadian tersebut tidak terjadi seperti yang diingat, atau bahwa detail penting terlupakan. Inilah yang disebut dengan "gaslighting.”

Tujuan gaslighting adalah untuk membuat Anda meragukan kenyataan dan kesehatan mental Anda. Manipulator ingin Anda bergantung pada versi kejadian mereka, memberikan mereka lebih banyak kontrol.

Namun, percayalah pada ingatan dan insting Anda sendiri. Jika ada yang terasa aneh, mungkin itu memang aneh. Jangan biarkan taktik gaslighting manipulatif membuat Anda meragukan pengalaman atau persepsi Anda.

6. Mereka Menjadi Terlalu Baik

Ketika manipulator merasa Anda sudah tidak peduli, mereka mungkin akan berubah menjadi sangat baik.

Ini bisa berupa memberi pujian berlebihan, melakukan kebaikan tak terduga, atau menunjukkan minat yang lebih dari biasa terhadap hidup Anda. Hal ini bisa membingungkan dan membuat Anda meragukan apakah mereka pernah manipulatif sebelumnya.

Namun, psikolog memperingatkan bahwa ini seringkali merupakan langkah yang sudah diperhitungkan. 

Manipulator berharap bahwa dengan bersikap baik, mereka bisa mendapatkan kembali kepercayaan Anda dan mengembalikan kontrol mereka.

Ingat, kebaikan yang sejati itu konsisten dan tidak memiliki motif tersembunyi. Jika perilaku seseorang berubah drastis dalam waktu singkat, waspadalah dan tetap jaga kewaspadaan Anda.

Baca Juga: Setuju Istilah Manipulator Agama, TIDI: Semua Pihak Harus Konsisten Lawanan Radikalisme sebagai Kenyataan Politik

7. Mereka Mengancam untuk Melakukan Bunuh Diri

Dalam kasus yang ekstrem, ketika manipulator menyadari bahwa mereka kehilangan kontrol, mereka mungkin akan menggunakan ancaman bunuh diri.

Mereka bisa memberi isyarat atau bahkan menyatakan dengan jelas bahwa mereka akan menyakiti diri sendiri jika Anda meninggalkan mereka atau tidak memenuhi permintaan mereka. Tujuan taktik ini adalah untuk memanipulasi Anda dengan rasa bersalah dan ketakutan, membuat Anda merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan mereka.

Jika Anda berada dalam situasi seperti ini, penting untuk diingat bahwa Anda tidak bertanggung jawab atas tindakan orang lain. Jika ada ancaman bunuh diri, segera laporkan kepada pihak yang berwenang atau profesional yang bisa memberikan bantuan kepada mereka.

Memahami manipulasi dan mengenali tanda-tandanya adalah langkah penting untuk memberdayakan diri Anda dalam menghadapi perilaku seperti itu.

Taktik yang digunakan manipulator ketika mereka menyadari Anda sudah tidak peduli hanyalah usaha untuk mendapatkan kembali kontrol. Taktik-taktik ini seringkali berakar dari ketidakamanan dan ketakutan mereka sendiri.

Seperti yang dikatakan psikolog terkenal Carl Jung, “mengetahui kegelapanmu sendiri adalah cara terbaik untuk menghadapi kegelapan orang lain.” Konsep ini sangat relevan saat menghadapi manipulator.

Dengan memahami taktik mereka, Anda membekali diri dengan pengetahuan untuk melindungi kesejahteraan emosional Anda. Anda tidak bertanggung jawab atas tindakan atau perasaan mereka, dan Anda berhak untuk memprioritaskan kesehatan mental Anda.

Ingat, pengetahuan bukan hanya kekuatan, tetapi juga perisai melawan manipulasi. Dengan pemahaman ini, Anda dapat menjalani hubungan Anda dengan lebih percaya diri dan jelas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Reporter
Tim Redaksi
R