Apa Itu Gaslighting? Manipulasi Halus yang Bisa Merusak Mental
AKURAT.CO Belakangan ini, istilah gaslighting makin sering terdengar, terutama saat membicarakan hubungan pribadi maupun dinamika sosial.
Namun, gaslighting bukan sekadar beda pendapat atau perselisihan biasa. Ia adalah bentuk manipulasi psikologis yang berbahaya karena perlahan bisa menggerus kepercayaan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Apa Itu Gaslighting?
Gaslighting adalah pola pelecehan emosional yang membuat korban meragukan ingatan, persepsi, bahkan kewarasannya. Menurut Medical News Today, gaslighting dilakukan dengan cara:
-
menolak fakta,
-
meremehkan perasaan,
-
hingga membuat korban mempertanyakan realitas yang jelas-jelas ia alami.
Akibatnya, korban sering merasa bingung, tidak berdaya, dan kehilangan kepercayaan diri.
Bagaimana Gaslighting Terjadi?
Gaslighting biasanya muncul dalam hubungan yang dekat, entah dengan pasangan, keluarga, atau atasan di tempat kerja. Polanya licik:
Baca Juga: Adaptasi Fisiologis: Cara Tubuh Makhluk Hidup Bertahan di Lingkungan yang Berubah
-
Pelaku membangun kepercayaan terlebih dahulu.
-
Pelan-pelan mulai memutarbalikkan kenyataan.
-
Korban semakin ragu membedakan fakta dan manipulasi.
Awalnya, manipulasi mungkin terdengar ringan, seperti, “Kamu terlalu sensitif,” atau “Itu nggak pernah terjadi.”
Namun lama-kelamaan, intensitas meningkat: korban disalahkan, dijauhkan dari orang-orang terdekat, bahkan dikendalikan dalam kehidupan sehari-hari.
Inilah yang membuat gaslighting berbahaya: ia bukan hanya konflik biasa, tapi pola berulang yang merusak kesehatan mental dalam jangka panjang.
Ciri-Ciri Gaslighting
Jika Anda mengalami beberapa tanda ini, hati-hati — bisa jadi sedang menjadi korban gaslighting:
-
Sering meragukan ingatan atau persepsi diri.
-
Bingung dan kerap mempertanyakan realitas.
-
Disebut “terlalu sensitif” setiap kali mengungkapkan perasaan.
-
Selalu mencari konfirmasi dari orang lain agar yakin pada diri sendiri.
-
Mengalami pelecehan verbal atau komentar merendahkan.
-
Mendengar pelaku menyangkal kejadian nyata meski ada bukti.
-
Terisolasi dari keluarga/teman yang biasanya mendukung.
-
Kehilangan kepercayaan diri dan sulit mengambil keputusan.
Dampak Gaslighting terhadap Kesehatan Mental
Baca Juga: Mutasi Genetik, Saat Cetak Biru Kehidupan Mengalami Perubahan
Gaslighting bisa meninggalkan luka psikologis yang serius, antara lain:
-
Stres emosional berkepanjangan.
-
Kecemasan, depresi, bahkan trauma.
-
Kehilangan identitas diri.
-
Risiko PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).
-
Sulit membangun hubungan sehat di masa depan.
-
Penurunan harga diri drastis.
-
Dalam kasus berat, muncul pikiran untuk mengakhiri hidup.
Melawan Gaslighting
Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk melindungi diri. Jika merasa terjebak dalam hubungan yang penuh manipulasi:
-
Percayai intuisi Anda. Perasaan bingung dan tidak nyaman adalah sinyal penting.
-
Carilah dukungan. Bicarakan dengan orang yang Anda percaya.
-
Jangan ragu mencari bantuan profesional. Konselor atau psikolog dapat membantu keluar dari lingkaran manipulasi.
Gaslighting adalah permainan psikologis yang licik, tapi bukan berarti Anda tidak bisa melawannya. Dengan mengenali ciri-ciri dan dampaknya sejak awal, Anda punya kendali lebih untuk melindungi kesehatan mental dan membangun kembali kepercayaan diri.
Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






