5 Klenteng Tempat Ibadah Konghucu yang Unik dan Bersejarah di Indonesia, Nomor 3 Bikin Takjub

AKURAT.CO Secara umum klenteng adalah sebutan untuk tempat ibadah umat Konghucu.
Dalam tradisi Konghucu, klenteng menjadi tempat utama untuk sembahyang dan melakukan kebaktian kepada Nabi Kongzi (Konghucu) serta sebagai sarana untuk menghormati para leluhur.
Dalam praktik keagamaannya, selain klenteng, umat Konghucu juga mengenal istilah seperti Thai Pak Kung, merujuk pada sosok leluhur yang sangat dihormati dan memiliki kedudukan tinggi.
Hal Ini sejalan dengan nilai-nilai Konghucu yang menekankan pentingnya penghormatan kepada orang tua dan leluhur.
Baca Juga: Belajar Toleransi, Pelajar Madrasah Kunjungi Klenteng Di Tasikmalaya
Meski istilah klenteng paling dikenal luas sebagai tempat ibadah Konghucu, di Indonesia banyak klenteng yang juga menjadi rumah ibadah umat Tridharma yakni perpaduan kepercayaan antara Taoisme, Buddhisme dan Konghucu.
Oleh karena itu, satu klenteng bisa digunakan oleh umat dari tiga aliran kepercayaan berbeda.
Ciri khas klenteng di Indonesia biasanya tampak jelas dari arsitektur tradisional Tionghoa yang mencolok. Lengkap dengan ornamen naga, ukiran kayu serta dominasi warna merah, hijau dan kuning yang dipercaya membawa keberuntungan, keselarasan dan kebijaksanaan.
Pesona Kelenteng Unik dan Bersejarah di Indonesia
1. Klenteng Sam Poo Kong, Semarang
Klenteng ini didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, seorang tokoh bersejarah yang sangat dihormati dalam budaya Tionghoa.
Arsitekturnya yang khas dan penuh detail menjadikan kelenteng ini tampak megah, dengan nuansa budaya Tionghoa yang begitu kental terasa di setiap sudutnya.
Setiap perayaan Imlek, ribuan orang memadati klenteng ini untuk bersembahyang dan mengikuti berbagai atraksi budaya, seperti pertunjukan barongsai, musik tradisional hingga pembagian angpao, yang menjadikan suasananya semakin meriah dan sakral.
Baca Juga: Sejarah Kim Tek Le, Klenteng Tertua di Jakarta
2. Klenteng Jin De Yuan, Jakarta
Terletak di kawasan Glodok, Jakarta Barat, klenteng ini didirikan pada tahun 1650 dan dikenal sebagai salah satu kelenteng tertua di Indonesia.
Usianya yang ratusan tahun menjadikan klenteng ini bukan hanya sebagai tempat ibadah umat Konghucu tetapi juga pusat perayaan Imlek di Jakarta.
Lebih dari sekadar tempat ibadah, klenteng ini juga berfungsi sebagai museum hidup yang menyimpan ribuan kisah sejarah. Ia menjadi simbol spiritual dan budaya bagi masyarakat Tionghoa di Jakarta.
Namun, tempat ini juga menyimpan kenangan kelam karena pernah menjadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran amuk massa dalam tragedi pembantaian di kawasan Kali Angke di masa lalu.
Baca Juga: Ini Deretan Wisata Religi di Purbalingga, Ada Masjid Mirip Ka'bah Hingga Mirip Klenteng Lho!
3. Klenteng Hong Tiek Hian, Surabaya
Hong Tiek Hian dikenal sebagai salah satu klenteng tertua yang masih aktif hingga kini, berdiri kokoh di kawasan Pecinan Surabaya.
Konon, bangunan suci ini dibangun oleh pasukan Tar-Tar pada masa pemerintahan Kubilai Khan, bertepatan dengan awal berdirinya Kerajaan Majapahit.
Dengan sejarah yang panjang tersebut, klenteng ini menjadi salah satu saksi bisu perjalanan Kota Surabaya dari masa ke masa.
Selain sebagai tempat ibadah umat Konghucu, daya tarik lain dari klenteng ini adalah pertunjukan wayang potehi yang rutin digelar. Menjadikannya pusat budaya yang hidup dan terus dikunjungi masyarakat lintas generasi.
Baca Juga: Memotret Toleransi Bangka Belitung dari Klenteng Jaya Bhakti Desa Rebo
4. Klenteng Kwan Sing Bio, Tuban
Dikenal sebagai salah satu klenteng terbesar di Asia Tenggara, klenteng ini memiliki daya tarik yang sangat khas yaitu gapura berbentuk kepiting raksasa yang langsung menghadap ke laut.
Keunikan arsitektur ini menjadikannya berbeda dari klenteng lain di Indonesia.
Simbol kepiting tersebut bukan tanpa alasan, ikon ini dipilih karena dahulu kawasan tempat klenteng ini berdiri merupakan daerah tambak yang kaya akan kepiting.
Kini, klenteng ini tidak hanya ramai dikunjungi oleh umat Konghucu untuk beribadah tetapi juga menjadi destinasi wisata religi dan budaya karena bentuk bangunannya yang mencolok dan unik.
Klenteng megah ini terletak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, dan menjadi salah satu ikon spiritual sekaligus arsitektural yang menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara.
Baca Juga: Melihat Suasana Imlek di Klenteng Tertua di Jakarta Barat
5. Klenteng Boen Tek Bio, Tangerang
Didirikan pada abad ke-17, Klenteng Boen Tek Bio merupakan bagian penting dari sejarah panjang komunitas Tionghoa di Banten.
Terletak di kawasan Kalipasir, klenteng ini diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1684, menjadikannya salah satu kelenteng tertua di wilayah tersebut.
Salah satu daya tarik utama dari Boen Tek Bio adalah arsitekturnya yang menampilkan perpaduan antara budaya lokal dan Tionghoa, menciptakan suasana yang unik dan khas.
Tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Konghucu, klenteng ini juga telah ditetapkan sebagai cagar budaya Kota Tangerang sehingga sering dikunjungi pula oleh wisatawan yang tertarik pada sejarah dan warisan budaya.
Baca Juga: Ribuan Wisatawan Rayakan Tahun Baru Imlek di Klenteng Kwan Tie Miau Pangkalpinang
Laporan: Nadia Nur Anggraini/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









