Akurat

Objek Wisata Budaya di Bali yang Sering Terlewatkan Turis

Ratu Tiara | 14 Oktober 2025, 11:31 WIB
Objek Wisata Budaya di Bali yang Sering Terlewatkan Turis

AKURAT.CO Pulau Bali dikenal sebagai destinasi wisata favorit dunia karena keindahan alam dan kekayaan budayanya.

Ribuan wisatawan datang setiap tahun untuk menikmati pantai, pura, dan keunikan adat masyarakat Bali. 

Namun, ada sejumlah objek wisata budaya yang justru sering dilewatkan oleh para turis. Padahal, tempat-tempat ini menyimpan nilai sejarah dan filosofi mendalam tentang kehidupan masyarakat Bali.

Upaya pelestarian warisan budaya terus dilakukan agar identitas lokal tidak hilang oleh arus modernisasi.

Destinasi budaya yang kurang populer ini justru menyimpan keaslian suasana Bali yang tenang dan sakral.

Baca Juga: Pemerintah Tertibkan Akomodasi Tak Berizin Demi Pariwisata Bali Berkelanjutan

1. Desa Tenganan Pegringsingan

Desa Tenganan dikenal sebagai desa adat Bali Aga, yaitu masyarakat Bali asli sebelum datangnya pengaruh Hindu Majapahit. Desa ini mempertahankan tradisi dan arsitektur kuno yang tidak banyak berubah selama ratusan tahun.

Rumah-rumah tersusun rapi dengan struktur batu dan kayu khas, sementara kehidupan masyarakatnya sangat menjunjung adat istiadat.

Wisatawan dapat menyaksikan tradisi unik seperti mekare-kare, yaitu ritual perang pandan yang memiliki makna simbolik tentang keberanian. Desa ini juga terkenal sebagai penghasil kain tenun Gringsing yang dibuat dengan teknik langka dan memerlukan waktu lama dalam prosesnya.

2. Pura Luhur Batukaru

Pura Luhur Batukaru berlokasi di lereng Gunung Batukaru, Tabanan. Suasana hening dan jauh dari keramaian membuat pura ini sering terlewatkan oleh wisatawan yang hanya berfokus pada destinasi populer seperti Tanah Lot atau Uluwatu. Padahal, pura ini termasuk salah satu pura tertua dan dianggap sangat sakral oleh masyarakat Bali.

Mengutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Tabanan, Pura Batukaru merupakan tempat penting untuk upacara keagamaan dan ritual masyarakat sekitar. 

Lingkungan pura yang dikelilingi hutan tropis menciptakan nuansa spiritual yang kuat, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi tenang Bali.

3. Museum Subak

Museum Subak menjadi tempat yang menyimpan sejarah dan filosofi sistem irigasi tradisional masyarakat Bali. Sistem ini bahkan telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Sayangnya, banyak turis lebih memilih mengunjungi sawah Tegalalang untuk berfoto, tanpa mengetahui sejarah sistem Subak itu sendiri.

Di museum ini, pengunjung dapat mempelajari bagaimana masyarakat Bali mengelola air secara adil melalui prinsip gotong royong.

Sistem Subak juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Hyang Widhi.

Baca Juga: Puan Maharani: Negara Harus Hadir, Bali Harus Segera Pulih

4. Desa Penglipuran

Desa Penglipuran dikenal sebagai salah satu desa terbersih di dunia dan mempertahankan keaslian adat Bali secara turun-temurun.

Arsitektur rumah yang seragam dan tata ruang desa mencerminkan filosofi hidup masyarakat yang harmonis dengan alam dan sesama.

Meski mulai populer, banyak turis yang lebih fokus pada destinasi pantai sehingga melewatkan desa ini.

Padahal, kunjungan ke Desa Penglipuran memberikan pengalaman budaya yang autentik dan edukatif.

Objek wisata budaya di Bali tidak hanya terbatas pada pura-pura besar atau pantai yang ramai dikunjungi turis.

Masih banyak tempat yang menyimpan sejarah panjang, adat istiadat kuat, dan nuansa spiritual mendalam. 

Menjelajahi tempat-tempat ini akan memberikan pemahaman lebih luas tentang jati diri Bali sebagai pulau budaya dan harmoni.

Nora Niswatun Choirina (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R