Akurat

Wisata Budaya Yogyakarta: 10 Destinasi Terbaik untuk Menyelami Tradisi dan Sejarah Jawa

Herry Supriyatna | 13 Oktober 2025, 21:03 WIB
Wisata Budaya Yogyakarta: 10 Destinasi Terbaik untuk Menyelami Tradisi dan Sejarah Jawa

AKURAT.CO Yogyakarta, kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gudeg, bukan hanya destinasi kuliner, tapi juga pusat kebudayaan Jawa yang hidup dan terjaga hingga kini.

Dari keraton megah, candi bersejarah, hingga desa wisata yang masih lestari, setiap sudut Yogyakarta menawarkan pengalaman budaya yang autentik dan penuh makna.

Bagi wisatawan lokal yang ingin liburan edukatif sekaligus rekreatif, wisata budaya di Yogyakarta menjadi pilihan sempurna untuk memahami akar sejarah dan nilai tradisi Indonesia.

Mengapa Yogyakarta Jadi Destinasi Wisata Budaya Favorit

Sebagai Daerah Istimewa dengan sistem kesultanan yang masih aktif, Yogyakarta menjadi pusat pelestarian budaya Jawa. Nilai-nilai adat, seni, dan tradisi tetap hidup dalam keseharian warganya.

Selain itu, akses menuju Yogyakarta sangat mudah tersedia jalur udara, darat, dan kereta api dari berbagai kota besar. Harga tiket masuk objek wisata budaya juga tergolong ramah di kantong, dengan fasilitas yang semakin baik.

1. Keraton Yogyakarta – Istana Sultan yang Sarat Filosofi

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadi ikon utama wisata budaya di Jogja. Didirikan tahun 1755, istana ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono dan pusat kegiatan budaya Jawa.

Baca Juga: Pramusim Lakers Tanpa LeBron James, Luka Doncic: Kami Harus Tetap Melangkah Tanpa Dianya

Arsitekturnya penuh simbol dan filosofi kehidupan, mencerminkan keharmonisan antara manusia dan alam.

  • Tiket masuk: Rp 15.000 (domestik) / Rp 25.000 (mancanegara)

  • Jam buka: 08.00–14.00 WIB (Jumat hingga 12.00 WIB)

  • Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Kecamatan Kraton

Di dalam keraton, pengunjung bisa melihat museum pusaka, gamelan kuno, dan aktivitas abdi dalem yang mengenakan pakaian adat Jawa.

2. Candi Prambanan – Keajaiban Hindu yang Diakui UNESCO

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus situs warisan dunia UNESCO. Dibangun abad ke-9, kompleks ini memiliki lebih dari 240 candi dengan arsitektur menjulang megah.

Relief kisah Ramayana yang terukir di dindingnya menjadi daya tarik utama. Setiap malam, wisatawan bisa menyaksikan Sendratari Ramayana dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah.

  • Tiket masuk: Rp 50.000 (domestik) / Rp 350.000 (internasional)

  • Waktu terbaik: Pagi atau sore hari menjelang sunset

  • Lokasi: Perbatasan Yogyakarta – Klaten (17 km dari pusat kota)

3. Taman Sari – Istana Air Peninggalan Keraton

Dibangun tahun 1758 oleh Sultan Hamengku Buwono I, Taman Sari dulunya merupakan taman rekreasi dan tempat pemandian keluarga keraton.

Gaya arsitekturnya memadukan unsur Jawa, Eropa, dan Tionghoa, menciptakan keindahan unik di setiap sudutnya.

Di sini, wisatawan bisa menjelajahi Sumur Gumuling (masjid bawah tanah), kolam pemandian putri raja, dan lorong bawah tanah yang misterius.

  • Tiket masuk: Rp 15.000

  • Jam buka: 09.00–15.00 WIB

  • Lokasi: Sekitar 500 meter dari Keraton Yogyakarta

4. Kampung Wisata Prawirotaman – Tradisi Bertemu Modernitas

Ingin merasakan atmosfer lokal yang tenang dan penuh budaya? Datanglah ke Kampung Wisata Prawirotaman.

Baca Juga: Cara Membersihkan AC Sendiri di Rumah, Dijamin Lebih Dingin!

Kawasan ini dikenal dengan hotel butik bernuansa kolonial, galeri seni, dan kelas membatik untuk wisatawan.

Selain itu, pengunjung bisa belajar gamelan, menikmati kuliner tradisional, atau sekadar berjalan kaki menyusuri gang-gang khas Jogja yang menenangkan.
Lokasinya hanya beberapa menit dari Alun-Alun Selatan.

5. Museum Sonobudoyo – Rumah Koleksi Budaya Jawa

Bagi pencinta sejarah dan seni, Museum Sonobudoyo wajib dikunjungi. Museum ini memiliki koleksi wayang kulit terlengkap di Indonesia, serta berbagai artefak seperti topeng, keris, batik, dan alat musik tradisional.

  • Tiket: Rp 10.000 (dewasa), Rp 5.000 (anak-anak)

  • Jam buka: Selasa–Minggu, 08.00–15.30 WIB

  • Lokasi: Utara Alun-Alun Utara Keraton

  • Bonus: Pertunjukan wayang setiap malam (kecuali Jumat)

6. Candi Ratu Boko – Istana di Atas Bukit

Terletak sekitar 3 km dari Candi Prambanan, Ratu Boko menawarkan pemandangan sunset terbaik di Yogyakarta.

Kompleks ini diyakini sebagai reruntuhan istana kerajaan Mataram Kuno, dengan gerbang batu megah, kolam pemandian, dan gua meditasi.

  • Tiket masuk: Rp 40.000

  • Waktu terbaik: Sore menjelang matahari terbenam

Dari atas bukit, pengunjung dapat melihat panorama Prambanan dan Gunung Merapi di kejauhan — perpaduan yang sempurna untuk sesi foto sunset.

7. Kotagede – Kota Perak dan Warisan Mataram

Sebagai bekas ibu kota Kesultanan Mataram, Kotagede masih mempertahankan suasana klasiknya.

Jalan-jalan kecil yang rapi, rumah-rumah berarsitektur Jawa-Kolonial, serta sentra perak legendaris menjadi daya tarik utama.

Di sini, wisatawan dapat mengunjungi Masjid Gedhe Mataram dan makam raja-raja Mataram, atau mencoba membuat perhiasan perak di bengkel tradisional.

8. Museum Ullen Sentalu – Seni, Batik, dan Cerita Keraton

Terletak di lereng Gunung Merapi, Museum Ullen Sentalu menyajikan pameran tentang budaya dan sejarah keraton Jawa dengan cara modern dan interaktif.

Tur berpemandu wajib di sini akan membawa pengunjung mengenal tokoh-tokoh kerajaan dan filosofi batik Jawa.

Baca Juga: Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior: Fardhan dan Wening Awali Turnamen dengan Menang Susah Payah

  • Tiket masuk: Rp 50.000
  • Jam buka: 08.30–16.00 WIB

Waktu Terbaik untuk Liburan Budaya di Yogyakarta

Waktu ideal berkunjung adalah April–Oktober (musim kemarau) karena cuaca cerah dan nyaman untuk menjelajah area luar ruangan seperti Prambanan dan Ratu Boko.

Hindari libur panjang sekolah untuk menghindari antrean dan keramaian.

Datanglah pagi hari agar lebih leluasa mengeksplorasi keraton dan museum, yang memiliki jam kunjung terbatas.

Cara Menuju dan Berkeliling Yogyakarta

Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo menjadi gerbang utama. Dari bandara, tersedia bus Damri, taksi online, atau kereta bandara menuju pusat kota.

Alternatif transportasi dalam kota:

  • Trans Jogja: Rp 4.000 per perjalanan

  • Sewa motor: Rp 80.000–100.000/hari

  • Becak & Andong: Pengalaman khas tradisional

  • Paket city tour: Cocok untuk wisatawan keluarga

Tips Hemat dan Etika Berwisata Budaya di Jogja

  • Gunakan tiket terusan Prambanan–Ratu Boko untuk harga lebih hemat.

  • Bawa air minum sendiri dan makan di warung lokal di luar area wisata.

  • Kenakan pakaian sopan dan gunakan jarik bila masuk area keraton.

  • Jaga ketenangan dan jangan memanjat struktur candi.

  • Foto diperbolehkan, tapi hindari penggunaan flash di museum.

Yogyakarta, Jantung Budaya Indonesia

Yogyakarta bukan sekadar kota wisata, tapi jantung budaya Indonesia yang masih berdenyut kuat hingga hari ini.

Dari kemegahan Keraton Yogyakarta hingga kisah kuno di Candi Prambanan, setiap tempat menyimpan pelajaran berharga tentang sejarah dan kehidupan Jawa.

Menjelajahi wisata budaya Yogyakarta berarti merasakan sendiri kearifan lokal, keindahan tradisi, dan keramahan masyarakatnya.

Rencanakan perjalananmu ke Kota Pelajar ini, dan temukan makna baru di setiap langkah dalam jejak sejarah Nusantara.

Baca Juga: Perubahan Iklim: Ancaman Senyap yang Menggerogoti Keamanan Manusia di Dunia Global

Laporan: Tia ayulia/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.