Misteri Suara Lantai Tiga Rumah Inara Rusli Terungkap, Eks ART Dengar Percakapan hingga Tengah Malam

AKURAT.CO Isu mengenai suara mencurigakan di lantai tiga rumah Inara Rusli akhirnya mendapat penjelasan dari mantan asisten rumah tangganya, Yuni.
Suara yang sempat memicu spekulasi publik itu disebut-sebut menjadi alasan diambilnya rekaman CCTV oleh sopir bernama Agung alias A.
Diketahui, pengambilan data CCTV dilakukan setelah Yuni dan saksi bernama Viola melaporkan adanya suara aneh dari lantai atas rumah tersebut.
Baca Juga: Imbas Kasus dengan Mawa, Inara Rusli Rugi Ratusan Juta?
Rekaman itu kemudian berpindah ke ponsel sopir setelah sebelumnya diakses menggunakan ponsel Yuni.
Kuasa hukum Yuni, Isa Bustomi, membenarkan bahwa kliennya memang mendengar suara mencurigakan tersebut. Namun, menurutnya, suara itu bukan sesuatu yang bersifat mistis, melainkan seperti percakapan dua orang.
"Memang di atas itu berdasarkan keterangan saksi Y ini memang ada suara-suara aneh gitu, cuma dalam keterangan ini ya terkait ngobrol-lah cuma sampai tengah malam," ucap Bustomi.
Meski demikian, Yuni tidak mengetahui secara pasti isi pembicaraan yang terdengar dari lantai tiga. Dia hanya mengetahui bahwa saat itu sang majikan sedang disibukkan dengan proyek pekerjaan bersama seorang pria.
"Ya memang kan orang rumah itu kan tahu ya kalau di rumah itu ada terkait pekerjaan proyek dengan saksi I," lanjut Bustomi.
Dalam proses pemeriksaan, Bustomi menyebut bahwa penyidik tidak mendalami identitas pria yang dimaksud kepada Yuni. Dia juga menegaskan bahwa kliennya tidak secara langsung mengaitkan sosok tersebut dengan nama tertentu.
"Kalau itu sih tidak langsung merujuk ke saksi Insanul ya, karena yang saksi Y ini ketahui ya memang ada seorang pria sering datang ke rumah dan itu memang tujuannya untuk proyek dan kurang lebih enggak ada hal-hal lain gitu," jelas Bustomi.
Baca Juga: Bunga Zainal Soroti Klarifikasi Inara Rusli: Berbelit-belit
Karena penasaran dengan suara yang didengarnya, Yuni kemudian menceritakan hal itu kepada Viola dan Agung. Dari situlah sopir berinisiatif mengambil rekaman CCTV menggunakan ponsel Yuni sebelum akhirnya mengirim ulang file tersebut ke perangkat miliknya.
"Nah makanya itu dia (Yuni) bercerita ke saksi A, baru saksi A yang mengambil sisi rekaman CCTV tersebut gitu," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









