Akurat

Kementan Buka Peluang Kerja Sama Kesehatan Hewan dengan USDA

Esha Tri Wahyuni | 10 Februari 2026, 10:50 WIB
Kementan Buka Peluang Kerja Sama Kesehatan Hewan dengan USDA

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) RI membuka peluang penguatan kerja sama teknis dengan Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), khususnya di bidang kesehatan hewan dan penerapan biosekuriti nasional.

Langkah ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda mengatakan, kerja sama tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya risiko penyakit hewan dan tantangan rantai pasok pangan lintas negara.

Baca Juga: Dukung Program MBG, Kementan Percepat Hilirisasi Ayam di 6 Daerah

“Kementerian Pertanian melihat peluang besar untuk memperluas kerja sama teknis dengan USDA, khususnya di bidang kesehatan hewan dan biosekuriti,” ujar Agung dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pernyataan itu disampaikan seiring kunjungan kerja Wakil Menteri Pertanian Amerika Serikat untuk Urusan Perdagangan dan Pertanian Luar Negeri (Under Secretary for Trade and Foreign Agricultural Affairs USDA) Luke J. Lindberg ke Jakarta. Kunjungan tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk memperdalam kemitraan pertanian Indonesia–Amerika Serikat.

Menurut Agung, delegasi AS dalam kunjungan tersebut melibatkan puluhan eksportir dan pelaku agribisnis Amerika Serikat. Agenda pertemuan difokuskan pada dialog perdagangan pertanian yang saling menguntungkan, termasuk tindak lanjut perundingan perjanjian perdagangan resiprokal Indonesia–Amerika Serikat.

Namun demikian, Agung menegaskan penguatan kerja sama internasional harus tetap berpijak pada keberlanjutan subsektor peternakan nasional. Ia menekankan posisi peternak rakyat dan produsen kecil sebagai fondasi utama sistem pangan nasional.

“Peternak rakyat dan produsen kecil adalah tulang punggung subsektor peternakan kita,” tegasnya.

Dirinya menambahkan, setiap kerja sama perdagangan perlu dikaji secara komprehensif agar tidak hanya mendorong arus perdagangan, tetapi juga menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi pelaku usaha peternakan dalam negeri.

Baca Juga: Jelang HBKN, Kementan Siagakan Pengendalian Penyakit Hewan Strategis

“Kerja sama harus mampu meningkatkan daya saing subsektor peternakan nasional, bukan justru menekan peternak rakyat,” kata Agung.

Lebih lanjut, Agung menyebut penguatan biosekuriti, alih teknologi, inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci memperkuat ketahanan peternakan nasional. Melalui kerja sama teknis, pemerintah berharap hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk peternakan dapat dipercepat.

“Melalui kerja sama teknis, kami berharap dapat mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah produk peternakan,” ujarnya.

Di sisi lain, USDA memimpin misi dagang ke Jakarta dengan tujuan memperluas akses pasar dan meningkatkan ekspor produk pertanian Amerika Serikat. Misi ini juga memanfaatkan peluang yang terbuka melalui Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS–Indonesia.

Misi dagang tersebut melibatkan 41 perusahaan agribisnis, organisasi perdagangan, serta perwakilan dari tiga departemen pertanian tingkat negara bagian di Amerika Serikat.

Wakil Menteri Pertanian AS Luke J. Lindberg menilai misi ini sebagai langkah konkret untuk menerjemahkan peluang perjanjian dagang menjadi transaksi riil bagi pelaku usaha pertanian.

“Misi ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengubah peluang dari perjanjian dagang bersejarah dengan Indonesia menjadi penjualan nyata bagi petani dan produsen Amerika,” ujar Lindberg.

Dirinya menilai Indonesia sebagai pasar strategis di kawasan Asia Tenggara, dengan pertumbuhan permintaan yang tinggi terhadap produk pertanian berkualitas.

“Indonesia adalah salah satu pasar terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan permintaan yang terus meningkat terhadap produk pertanian berkualitas tinggi dari Amerika Serikat,” tambahnya.

Menurut Lindberg, perjanjian perdagangan timbal balik AS–Indonesia tidak hanya membuka peluang ekspor bagi kedua negara, tetapi juga memperkuat kemitraan pertanian jangka panjang yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.