Viral Penarikan Bansos, Mentan Amran Santuni Keluarga Jafar di Baubau

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat membantu warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, bernama Jafar, setelah kasus penarikan kembali bantuan pangan yang dialami keluarganya menjadi sorotan publik.
Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu perhatian luas dari masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian, Mentan Amran menyalurkan santunan tunai sebesar Rp20 juta kepada keluarga Jafar.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan pangan dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan dasar keluarga tersebut terpenuhi.
Baca Juga: Swasembada Pangan, Mentan Optimistis Stok CBP Stabil di 3,7 Juta Ton hingga Akhir 2025
Bantuan pangan yang disalurkan meliputi beras sebanyak 250 kilogram, minyak goreng 12 liter, serta gula pasir 10 kilogram.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Pimpinan Cabang Bulog Baubau, Dion, kepada keluarga Jafar di Baubau.
Kasus ini bermula dari curahan hati Wa Muna, istri Jafar, yang viral di media sosial. Ia mengungkapkan bantuan beras dan minyak goreng yang sempat diterima keluarganya diminta kembali oleh petugas karena adanya kekeliruan data penerima bantuan.
Menindaklanjuti informasi yang berkembang, Mentan Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) langsung menginstruksikan jajaran Bulog setempat untuk menelusuri persoalan tersebut.
Dirinya meminta agar masalah diselesaikan secara menyeluruh dan tidak merugikan masyarakat akibat kesalahan administrasi.
Amran menegaskan pentingnya ketepatan data dalam penyaluran bantuan sosial agar bantuan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan.
Baca Juga: Mentan Pastikan Pasokan Beras ke Sumatera Lancar
Menurutnya, setiap kekeliruan harus segera diperbaiki dan dijadikan pembelajaran agar tidak terulang di kemudian hari.
Dalam kesempatan penyerahan bantuan, Dion mewakili Mentan Amran menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga Jafar atas kekeliruan yang terjadi. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Kami menyampaikan amanah dari Bapak Menteri Pertanian untuk menyerahkan bantuan pangan ini. Semoga keluarga Pak Jafar berkenan menerima, dan kami mohon maaf atas kesalahan yang terjadi sebelumnya,” ujar Dion dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (14/12/2025).
Diketahui, Wa Muna sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci untuk menghidupi keluarganya. Selama delapan tahun terakhir, ia menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya, Jafar, menderita stroke dan tidak lagi dapat bekerja.
Peristiwa penarikan bantuan tersebut menuai simpati publik, mengingat kondisi ekonomi keluarga yang tergolong rentan. Banyak warganet menilai kejadian ini mencerminkan pentingnya pembenahan sistem pendataan bantuan sosial.
Jafar mengaku terharu atas perhatian yang diberikan pemerintah. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Mentan Amran yang dinilainya hadir langsung membantu masyarakat kecil di tengah kesulitan yang dihadapi.
“Saya Jafar dan keluarga mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Menteri Pertanian. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Jafar.
Sementara itu, Wa Muna memilih mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima dan berharap kejadian serupa tidak dialami warga lain.
“Terima kasih banyak, Pak Menteri. Saya bersyukur dan mengambil hikmahnya. Bantuan beras ini sangat membantu keluarga kami,” kata Wa Muna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










