Pemerintah Luncurkan Kebun Pangan Lokal Perempuan di Lima Daerah

AKURAT.CO Pemerintah menggulirkan program Kebun Pangan Lokal Perempuan di lima wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Program ini merupakan kolaborasi antara Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dibahas dalam pertemuan di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).
Veronica Tan menyampaikan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA) terus bertransformasi, tidak hanya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan berbasis keluarga dan komunitas.
Salah satu langkah strategis yang dikembangkan adalah program kebun pangan lokal dengan perempuan sebagai pelaku utama.
“Kami ingin menghadirkan gerakan kebun pangan lokal perempuan yang terintegrasi dan berbasis kearifan lokal. Bersama Kementerian Pertanian, kita akan memilih lima kabupaten untuk kita terjunkan bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini bukan sekadar aktivitas menanam, melainkan membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga.
Program kebun pangan tersebut telah berjalan di sejumlah desa dan akan terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Ke depan, program ini diharapkan dapat terintegrasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Harapannya, kebun pangan keluarga ini melibatkan perempuan sebagai penggerak utama, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus mendukung program kesehatan dan ketahanan keluarga,” jelasnya.
Baca Juga: Dewa United vs Borneo: Menang 2-1 di Indomilk Arena, Pasukan Tangsel Lanjutkan Tren Positif
Dukungan Penuh Kementan
Sementara itu, Andi Amran Sulaiman menegaskan Kementerian Pertanian Republik Indonesia siap mendukung penuh kolaborasi lintas kementerian dalam menggerakkan kebun pangan keluarga berbasis komunitas.
Menurutnya, Kementerian Pertanian akan memfasilitasi pembibitan, penyediaan alat pertanian, pendampingan petani, hingga dukungan teknis lainnya.
“Kolaborasi antar kementerian sudah dipastikan bisa berjalan. Yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah untuk bergerak bersama dan serius mengembangkan program ini,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, kedua kementerian sepakat melakukan pilot project di lima kabupaten yang akan dipilih bersama berdasarkan komitmen pemerintah daerah dalam pengembangan ketahanan pangan keluarga.
Beberapa daerah yang menjadi opsi awal antara lain Nusa Tenggara Timur, Solo, Purwakarta (Jawa Barat), Bone, dan Maluku Utara.
Program ini juga ditujukan untuk memperkuat partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Pemerintah menilai keterlibatan perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) masih perlu ditingkatkan agar kebijakan yang dihasilkan semakin responsif gender.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap Gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan, serta mendorong kemandirian ekonomi dan sosial perempuan di daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









