Akurat

Profil Adinda Bakrie, Penerus Generasi Ketiga Bakrie Group dan Sosok Perempuan Berpengaruh di Industri Migas

Eko Krisyanto | 29 Desember 2025, 11:18 WIB
Profil Adinda Bakrie, Penerus Generasi Ketiga Bakrie Group dan Sosok Perempuan Berpengaruh di Industri Migas

AKURAT.CO Sebagai salah satu anggota keluarga besar Bakrie, Adinda Andarina Bakrie dikenal luas bukan hanya karena namanya, tetapi juga karena kiprahnya yang kuat di dunia bisnis.

Di tengah persaingan industri energi yang didominasi laki-laki, Adinda justru tampil sebagai figur yang menonjol dengan kepemimpinan yang berkelas dan visi yang matang.

Kehadirannya membuktikan bahwa perempuan dapat memainkan peran penting bahkan di sektor yang sangat teknis seperti migas dan pertambangan.

Selain itu, perjalanan hidup Adinda tidak hanya berkutat pada dunia korporasi.

Ia juga dikenal sebagai pribadi yang aktif, cerdas, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan perempuan dan kegiatan sosial.

Melalui berbagai inisiatif, ia menunjukkan keseimbangan antara karier, kehidupan pribadi, dan kontribusi sosial yang membuatnya menjadi sosok inspiratif bagi banyak kalangan.

Biodata dan Latar Belakang Adinda Bakrie

Adinda Andarina Bakrie lahir pada 22 Mei 1982 dari pasangan Indra Bakrie dan Dotty Suraida.

Ia merupakan generasi ketiga dari keluarga Bakrie, salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia.

Sebagai cucu dari pendiri Bakrie Group, ia tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan dunia usaha dan kepemimpinan.

Dalam hal pendidikan, Adinda menempuh studi Manajemen Bisnis dan lulus dengan predikat magna cum laude dari Babson College pada tahun 2004.

Tidak berhenti belajar, ia juga meraih gelar Magister Psikologi dari Pepperdine University pada 2019.

Kemampuan dalam berbahasa Inggris dan Jepang turut mendukungnya dalam menjalani berbagai peran strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Karier dan Kiprah di Industri Migas

Adinda merupakan salah satu figur perempuan yang mengambil posisi penting dalam bisnis Bakrie Group, terutama di sektor energi.

Ia menjabat sebagai Direktur di PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), perusahaan migas besar yang berada di bawah naungan grup keluarga.

Di perusahaan tersebut, Adinda terlibat dalam berbagai kebijakan strategis serta operasional penting yang berkaitan dengan eksplorasi hingga produksi energi.

Selain jabatannya sebagai direktur, ia juga pernah memegang posisi lain seperti Chief Communication di Energi Mega Persada dan President di EMP Mining Overseas Pte Ltd.

Kariernya tidak hanya berlangsung di dalam grup keluarga; Adinda juga pernah bekerja sebagai analis di Credit Suisse di Boston serta sebagai research assistant di Harvard University. Pengalaman internasional ini menjadi pondasi kuat bagi profesionalismenya.

Di tengah dominasi laki-laki di industri migas dan tambang, kehadiran Adinda dianggap unik dan langka.

Sikapnya yang adaptif serta kemampuannya mendengarkan, menganalisis, dan mengambil keputusan strategis membuatnya menjadi salah satu perempuan yang paling disorot dalam sektor tersebut.

Peran dalam Ekspansi Bisnis Energi dan Pertambangan

Di bawah keterlibatannya, perusahaan energi milik Grup Bakrie terus melakukan berbagai langkah ekspansi.

Mulai dari pengembangan blok migas hingga masuk ke bisnis pertambangan baru seperti eksplorasi granit yang berpotensi menjadi bahan baku industri masa depan.

Adinda juga aktif melakukan kunjungan ke lapangan, termasuk proyek-proyek migas di beberapa daerah.

Keterlibatannya secara langsung memperlihatkan bahwa ia bukan sekadar penerus bisnis keluarga, tetapi juga sosok yang memahami aspek operasional perusahaan.

Sosialita yang Tetap Rendah Hati

Meski dikenal sebagai pebisnis, Adinda tetap memiliki sisi personal yang hangat dan dekat dengan keluarga.

Ia sering terlihat dalam berbagai kegiatan sosial, acara keluarga, hingga aktivitas publik yang memperlihatkan kecintaannya pada dunia sosialita.

Hobi yang ia tekuni antara lain membaca dan bermain piano. Adinda juga menerapkan pola kerja yang sehat dengan membagi waktu bekerja selama 50 menit dan beristirahat 10 menit untuk menjaga produktivitas.

Prinsip ini membuatnya mampu menjalani jadwal yang padat tanpa mengabaikan kesehatan mental dan fisik.

Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan Perempuan

Tidak hanya sibuk dalam dunia bisnis, Adinda juga menunjukkan kontribusi nyata melalui pendirian Adinda Bakrie Foundation.

Lembaga ini berfokus pada pemberdayaan perempuan dari berbagai latar belakang, membantu mereka menemukan ruang aman untuk bertumbuh dan meningkatkan kualitas hidup.

Visi sosial ini menunjukkan bahwa Adinda memahami tanggung jawab sosial yang melekat pada posisinya.

Ia ingin memastikan bahwa privilese yang ia miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, terutama kelompok perempuan.

Adinda Bakrie adalah contoh nyata perempuan modern yang mampu memadukan kecerdasan, ketegasan, dan empati dalam kehidupan profesional maupun pribadi.

Kiprahnya dalam industri migas, kontribusi sosial, serta keberhasilannya menjaga keseimbangan hidup menjadikannya salah satu perempuan berpengaruh di Indonesia.

Sebagai penerus generasi ketiga dari Bakrie Group, Adinda bukan hanya meneruskan warisan bisnis keluarga tetapi juga membawa perspektif baru. Sebuah simbol bahwa perempuan mampu berada di garis depan industri besar dan memberi dampak positif yang berkelanjutan.

Laporan: Vania Tri Yuniar/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK