Akurat

Dorong Perempuan Kembali ke Dunia Kerja, L’Oréal Luncurkan Career Reconnect Program

Yosi Winosa | 13 Desember 2025, 10:37 WIB
Dorong Perempuan Kembali ke Dunia Kerja, L’Oréal Luncurkan Career Reconnect Program

AKURAT.CO L’Oréal Groupe kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan di Indonesia melalui peluncuran L’Oréal Career Reconnect Program.

Program returnship pertama di Indonesia ini dirancang untuk membantu perempuan kembali memasuki dunia kerja setelah jeda karier (career break). Inisiatif ini merupakan kolaborasi antara L’Oréal Indonesia dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE).

Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat Create the Beauty that Moves the World, yang mendorong berbagai inisiatif berkelanjutan untuk membuka akses kesempatan kerja bagi perempuan. 
 
Hadir lebih dari 45 tahun di Indonesia, L’Oréal menilai pentingnya dukungan konkret bagi perempuan yang ingin kembali bekerja namun menghadapi berbagai hambatan struktural maupun sosial.
 
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat partisipasi kerja perempuan masih tertinggal jauh dibandingkan laki-laki. Partisipasi kerja perempuan baru mencapai 56,42%, sementara laki-laki berada di angka 84,66%. 
 
 
Dari jumlah tersebut, hanya 36,32% perempuan bekerja di sektor formal. Ketimpangan ini dipengaruhi pandangan sosial mengenai peran perempuan sebagai pengasuh utama keluarga, stigma terhadap kepemimpinan perempuan, hingga tekanan ekonomi yang membuat perempuan berhenti bekerja.
 
Chief of Human Resources Officer L’Oréal Indonesia, Victoria Aswien, mengatakan banyak perempuan kehilangan kepercayaan diri ketika ingin kembali berkarier setelah jeda. 
 
“Ketika perempuan mendapatkan kesempatan, mereka bisa membawa perubahan besar. Namun banyak perempuan berhenti bekerja karena tuntutan keluarga dan merasa tidak percaya diri untuk kembali. Karena itu kami menghadirkan L’Oréal Career Reconnect Program sebagai ruang aman untuk memulai kembali,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (13/12/2025). 
 
IBCWE mencatat hampir 40% perempuan Indonesia pernah mengambil career break, dan 98 persen di antaranya memiliki keinginan kuat untuk kembali bekerja. 
 
Executive Director IBCWE, Wita Krisanti, menilai perempuan membutuhkan jembatan yang mampu mempersiapkan mereka menghadapi dunia profesional yang kini semakin kompetitif.
 
“Perjalanan karier perempuan sering kali tidak linear. Tanggung jawab rumah tangga dan pekerjaan berjalan berdampingan. Sayangnya, belum banyak ekosistem yang mendukung mereka untuk kembali bekerja,” ucapnya.
 
Melihat kondisi tersebut, L’Oréal Indonesia dan IBCWE menilai pentingnya menghadirkan ekosistem kerja yang inklusif. 
 
Program Career Reconnect menjadi jawaban atas kesenjangan antara aspirasi perempuan dan kesiapan industri menerima pekerja yang pernah mengambil jeda.
 
Memasuki tahun kedua, program ini menawarkan pengalaman re-entry yang komprehensif selama enam bulan. Perempuan yang mengikuti program ini mendapatkan returnship berbayar dengan kompensasi setara profesional, pelatihan upskilling dan reskilling, pendampingan mentor dari jajaran pimpinan L’Oréal, serta konseling untuk memulihkan kepercayaan diri. 
 
Peserta juga ditempatkan di tim strategis agar mendapatkan pengalaman kerja nyata dan membangun jejaring lintas fungsi.
 
Para peserta datang dari latar belakang berbeda, namun memiliki keresahan serupa, yaitu ingin kembali bekerja tetapi tidak tahu harus memulai dari mana. 
 
Adhisty Esther, yang berhenti bekerja satu setengah tahun setelah melahirkan, menyampaikan bahwa tantangan terbesar adalah membangun kembali kepercayaan diri. “Ada masa ketika saya merasa pengalaman lima tahun saya tidak berarti. Program ini membantu saya mengembalikan rasa layak sebagai profesional,” ujarnya.
 
Peserta lain, Alif Laila, yang mengambil career break selama enam tahun, mengungkapkan keraguan akibat pesatnya perubahan dunia kerja. “Saya sempat ragu perusahaan mau menerima perempuan yang lama berhenti. Melalui program ini, saya dipersiapkan kembali dan dibantu membangun jaringan serta kepercayaan diri,” katanya.
 
Sementara itu, Yunita Muliadi, yang berhenti bekerja karena alasan kesehatan, menilai pentingnya lingkungan kerja yang aman dan suportif. “Tidak semua perusahaan memberi kesempatan kedua. Program ini membantu saya menyembuhkan diri dan kembali percaya diri sekaligus memberi contoh bagi anak saya bahwa perempuan bisa terus berkembang,” ujarnya.
 
Victoria menegaskan L’Oréal Indonesia berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan fleksibel, mulai dari skema hybrid working, fleksibilitas jam kerja, dukungan cuti seperti maternity, paternity, caregiver, hingga kebijakan perlindungan terhadap kekerasan domestik. 
 
“Lingkungan kerja yang suportif adalah fondasi agar perempuan dapat bertumbuh,” katanya.
 
Melalui hadirnya L’Oréal Career Reconnect Program, perusahaan berharap semakin banyak perempuan dapat kembali meniti karier dengan percaya diri. 
 
Lebih dari itu, program ini diharapkan mendorong terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka potensi ekonomi nasional melalui pemberdayaan perempuan di dunia kerja.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa